LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta para pemuda untuk terus berperan aktif di tengah masyarakat dan turut ikut serta dalam berbagai kegiatan, termasuk vaksinasi serta kegiatan pemulihan ekonomi melalui UMKM.
Langkah itu sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat bergantung kepada pengendalian pandemi, respons kebijakan yang tepat, termasuk Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter.
"Semua negara berupaya mengendalikan pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Kita bersyukur di tahun kuartal II tahun 2021 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 7,07% (yoy). Ini membuktikan kita bisa keluar dari resesi dan diperkirakan di akhir tahun kita bisa tumbuh antara 3,7 sampai 4,5%," kata Menko Airlangga dalam Webinar Kader Bangsa Fellowship Program di Jakarta, Selasa (5/10).
"Post pandemic adalah era baru yang kita kenal dengan era digitalisasi. Era ini memiliki potensi pasar yang besar, sehingga para pemuda sebagai pemimpin masa depan perlu menyiapkan diri dan banyak belajar dari situasi Covid-19. Ini adalah kesempatan emas," ucapnya.
Baca juga:
Pemerintah Terus Dorong Vaksinasi untuk Mengejar Kekebalan KumunalAirlangga berharap para pemuda dapat memanfaatkan peluang yang ada, karena seluruh kegiatan program pembangunan, program kewirausahaan di-reset kembali. Salah satu yang menjadi andalan utama di era new normal ialah digitalisasi.
"Pemuda harus secara aktif melakukan self learning atau belajar terus menerus agar bisa mampu menyesuaikan dengan situasi yang baru, pekerjaan yang baru, perkembangan teknologi yang baru, sehingga aktifitas ekonomi akan produktif dan para pemuda akan menjadi tulang punggung di era perekonomian baru," jelasnya.
Selain itu, Airlangga juga menegaskan konsistensi Pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Tercatat hingga 5 Oktober 2021, kasus aktif nasional telah menurun ke 31.054 kasus atau jauh lebih rendah dibanding saat tertinggi di bulan Juli 2021 yang mencapai hingga 570.000 kasus.
Airlangga mengatakan penurunan kasus ini membuka peluang pemulihan ekonomi nasional untuk kembali bergerak. Namun, ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak boleh abai protokol kesehatan.
"3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) harus terus diintensifkan. Tindakan 3T (testing, tracing, dan treatment) juga terus dilakukan. Ini perlu terus dilacak agar kita dapat memotong sebaran Covid-19," pungkasnya.
Sebagai informasi, Pemerintah juga telah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat yang bisa dimanfaatkan oleh para pemuda agar bisa menjadi wirausaha.
(sof)