Wajah Donald Trump Terpampang di Dua Sisi Koin Baru, Melanggar UU Jika Benar Diedarkan
Lusi mahgriefie
Ahad, 05 Oktober 2025 - 08:01 WIB
Draf koin USD1 yang menampilkan Presiden Donald Trump di kedua sisinya. Sumber: Departemen Keuangan via People
Departemen Keuangan Amerika Serikat menyatakan, pihaknya telah merancang koin USD1 bergambar Presiden Donald Trump di kedua sisinya. Rencananya koin ini bakal beredar pada 2026. Jika benar terjadi, hal ini melanggar undang-undang yang ada.
"Tidak ada berita palsu di sini. Draf pertama untuk menghormati HUT ke-250 Amerika dan @POTUS ini asli," tulis Menteri Keuangan Brandon Beach dalam sebuah unggahan kepada X, dikutip Minggu (5/10/2025).
Beach menanggapi sebuah twit yang menampilkan sketsa koin tersebut. Sisi depan koin menggambarkan sketsa profil Trump. Sisi belakangnya didasarkan pada foto Trump (79), yang berdiri dengan kepalan tangan mengarah ke udara, setelah telinganya terkena peluru dalam upaya pembunuhan pada Juli 2024.
Di sisi depan, tertulis "1776 hingga 2026" di bawah tulisan "In God We Trust", merujuk pada peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.
Baca juga: Wali Kota London Sadiq Khan Sebut Donald Trump Rasis dan Islamofobia, Reaksi Atas Pidatonya di PBB
Kata-kata "berjuang, berjuang, berjuang" tertulis di atas kepalanya di sisi belakang, yang juga menambahkan "Amerika Serikat" dan "E Pluribus Unum".
"Tidak sabar untuk segera berbagi lebih banyak lagi, setelah penutupan pemerintah Amerika Serikat yang obstruktif berakhir," ujar Beach, merujuk pada penutupan pemerintah yang pertama sejak masa kepresidenan Trump saat ini.
"Tidak ada berita palsu di sini. Draf pertama untuk menghormati HUT ke-250 Amerika dan @POTUS ini asli," tulis Menteri Keuangan Brandon Beach dalam sebuah unggahan kepada X, dikutip Minggu (5/10/2025).
Beach menanggapi sebuah twit yang menampilkan sketsa koin tersebut. Sisi depan koin menggambarkan sketsa profil Trump. Sisi belakangnya didasarkan pada foto Trump (79), yang berdiri dengan kepalan tangan mengarah ke udara, setelah telinganya terkena peluru dalam upaya pembunuhan pada Juli 2024.
Di sisi depan, tertulis "1776 hingga 2026" di bawah tulisan "In God We Trust", merujuk pada peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.
Baca juga: Wali Kota London Sadiq Khan Sebut Donald Trump Rasis dan Islamofobia, Reaksi Atas Pidatonya di PBB
Kata-kata "berjuang, berjuang, berjuang" tertulis di atas kepalanya di sisi belakang, yang juga menambahkan "Amerika Serikat" dan "E Pluribus Unum".
"Tidak sabar untuk segera berbagi lebih banyak lagi, setelah penutupan pemerintah Amerika Serikat yang obstruktif berakhir," ujar Beach, merujuk pada penutupan pemerintah yang pertama sejak masa kepresidenan Trump saat ini.