Kalangan Islam Minta Airlangga Hartarto Pilih Cawapres Muslim
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 07 Oktober 2021 - 10:35 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berolahraga di kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/3/2018). Foto: Antara/Biropers-Muchlis.
Kinerja dan profil Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengundang antusiasme komunitas Muslim. Alhasil, mendorong Airlangga untuk menempatkan kalangan agamais sebagai calon wakil presiden.
Hal tersebut disampaikan langsung Peneliti senior Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad. Dia menilai, Airlangga memiliki keunggulan untuk lebih mengedepankan kualitas personal. Airlangga, kata dia, adalah tokoh sentral dalam pemulihan ekonomi, kesehatan, dan akselerasi pembangunan di masa-masa sulit.
Baca Juga:Digitalisasi jadi Kesempatan Emas di Era New Normal
"Mereka yang dipersepsi memiliki pengalaman, integritas dan dekat dengan publik, akan lebih mudah untuk meraih dukungan publik, apa pun latar belakang demografisnya," kata Saidiman dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (6/10/2021).
"Jika ini berhasil disosialisasikan dengan baik ke publik, saya kira publik akan lebih terbuka untuk menerima. Fakta bahwa mulai banyak elit yang memperhitungkan Airlangga adalah bukti bahwa dia memiliki daya tarik elektoral yang cukup tinggi, berdasarkan kinerja dan platform yang melekat pada dirinya sejauh ini," ungkapnya.
Sebelumnya, terdapat rencana Partai Golkar untuk menempatkan Airlangga sebagai calon presiden 2024. Rencana tersebut memperoleh respons positif dari kelompok agamais. Muhammadiyah, misalnya, yang meminta Airlangga menjadikan tokoh dari Muhammadiyah atau NU sebagai cawapres.
Baca Juga:Airlangga: Realisasi KUR Capai Rp183,78 triliun
Hal tersebut disampaikan langsung Peneliti senior Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad. Dia menilai, Airlangga memiliki keunggulan untuk lebih mengedepankan kualitas personal. Airlangga, kata dia, adalah tokoh sentral dalam pemulihan ekonomi, kesehatan, dan akselerasi pembangunan di masa-masa sulit.
Baca Juga:Digitalisasi jadi Kesempatan Emas di Era New Normal
"Mereka yang dipersepsi memiliki pengalaman, integritas dan dekat dengan publik, akan lebih mudah untuk meraih dukungan publik, apa pun latar belakang demografisnya," kata Saidiman dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (6/10/2021).
"Jika ini berhasil disosialisasikan dengan baik ke publik, saya kira publik akan lebih terbuka untuk menerima. Fakta bahwa mulai banyak elit yang memperhitungkan Airlangga adalah bukti bahwa dia memiliki daya tarik elektoral yang cukup tinggi, berdasarkan kinerja dan platform yang melekat pada dirinya sejauh ini," ungkapnya.
Sebelumnya, terdapat rencana Partai Golkar untuk menempatkan Airlangga sebagai calon presiden 2024. Rencana tersebut memperoleh respons positif dari kelompok agamais. Muhammadiyah, misalnya, yang meminta Airlangga menjadikan tokoh dari Muhammadiyah atau NU sebagai cawapres.
Baca Juga:Airlangga: Realisasi KUR Capai Rp183,78 triliun