Tentara yang Bergabung di Aksi Demo Madagaskar Terus Bertambah, Kemungkinan Terjadi Kudeta Kian Menguat
Lusi mahgriefie
Senin, 13 Oktober 2025 - 08:30 WIB
sumber: reuters
Presiden Madagaskar memberi peringatan akan kemungkinan upaya kudeta. Hal ini seiring bertambahnya jumlah tentara yang bergabung dalam aksi protes bersama masyarakat sipil.
Kepresidenan Madagaskar sebelumnya mengatakan bahwa upaya perebutan kekuasaan dengan kekerasan sedang berlangsung di negara Afrika tersebut, seiring dengan semakin banyaknya tentara yang bergabung dalam gerakan protes yang dipimpin pemuda yang telah mengguncang bekas koloni Prancis tersebut selama lebih dari dua minggu.
Pasukan dari unit elit CAPSAT yang juga membantu Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2009, mendesak sesama prajurit untuk tidak mematuhi perintah.
Mereka mendukung protes yang dipimpin pemuda, yang dimulai sejak 25 September, dan menimbulkan tantangan paling serius bagi pemerintahan Rajoelina sejak terpilih kembali pada tahun 2023.
Para perwira CAPSAT mengatakan bahwa mereka memegang komando atas operasi keamanan negara dan akan mengoordinasikan semua cabang militer dari pangkalan mereka di pinggiran ibu kota, Antananarivo. Melansir Reuters, mereka mengatakan telah menunjuk Jenderal Demosthene Pikulas sebagai panglima angkatan darat.
Baca juga:Cerita Dibalik Demo Gen Z Madagaskar: Emosi Warga, Pembubaran Pemerintah, dan Tuntutan Lengserkan Presiden
Satu unit gendarmerie paramiliter, yang sejauh ini telah menangani protes bersama polisi, juga membelot dari pemerintah.
Kepresidenan Madagaskar sebelumnya mengatakan bahwa upaya perebutan kekuasaan dengan kekerasan sedang berlangsung di negara Afrika tersebut, seiring dengan semakin banyaknya tentara yang bergabung dalam gerakan protes yang dipimpin pemuda yang telah mengguncang bekas koloni Prancis tersebut selama lebih dari dua minggu.
Pasukan dari unit elit CAPSAT yang juga membantu Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2009, mendesak sesama prajurit untuk tidak mematuhi perintah.
Mereka mendukung protes yang dipimpin pemuda, yang dimulai sejak 25 September, dan menimbulkan tantangan paling serius bagi pemerintahan Rajoelina sejak terpilih kembali pada tahun 2023.
Para perwira CAPSAT mengatakan bahwa mereka memegang komando atas operasi keamanan negara dan akan mengoordinasikan semua cabang militer dari pangkalan mereka di pinggiran ibu kota, Antananarivo. Melansir Reuters, mereka mengatakan telah menunjuk Jenderal Demosthene Pikulas sebagai panglima angkatan darat.
Baca juga:Cerita Dibalik Demo Gen Z Madagaskar: Emosi Warga, Pembubaran Pemerintah, dan Tuntutan Lengserkan Presiden
Satu unit gendarmerie paramiliter, yang sejauh ini telah menangani protes bersama polisi, juga membelot dari pemerintah.