Lebih Efisien, Produsen Serat Sintetis di Banten Beralih ke Listrik PLN
Mahmuda attar hussein
Kamis, 07 Oktober 2021 - 16:25 WIB
Peresmian pasokan listrik PLN ke PT Indonesia Toray Synthetics (ITS). Foto: Humas PLN
PT PLN (Persero) resmi memasok seluruh kebutuhan listrik sebesar 45,38 mega volt ampere (MVA) ke PT Indonesia Toray Synthetics (ITS), produsen serat sintetis di Banten.
Sebelumnya, PT ITS yang merupakan anak usaha Toray Group dari Jepang ini mengandalkan suplai listrik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik sendiri dan sebagian melalui layanan tegangan menengah PLN.
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril mengatakan, untuk meningkatkan keandalan PT ITS mengalihkan seluruh pasokan listrik menggunakan layanan PLN per 1 Oktober. Dengan berpindah ke PLN maka perusahaan diproyeksikan dapat menghemat biaya operasi dan mendapatkan suplai listrik yang lebih berkualitas dan dapat diandalkan sehingga proses produksi akan lebih efisien.
"Dengan mempercayakan kebutuhan listrik kepada PLN, PT ITS akan lebih fokus dengan bisnis dan PLN akan memberikan kontribusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan," katanya di sela Upacara Energize 150 KV PT ITS dan PLN, Rabu (6/10).
Sebelumnya, PT ITS yang merupakan anak usaha Toray Group dari Jepang ini mengandalkan suplai listrik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik sendiri dan sebagian melalui layanan tegangan menengah PLN.
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril mengatakan, untuk meningkatkan keandalan PT ITS mengalihkan seluruh pasokan listrik menggunakan layanan PLN per 1 Oktober. Dengan berpindah ke PLN maka perusahaan diproyeksikan dapat menghemat biaya operasi dan mendapatkan suplai listrik yang lebih berkualitas dan dapat diandalkan sehingga proses produksi akan lebih efisien.
"Dengan mempercayakan kebutuhan listrik kepada PLN, PT ITS akan lebih fokus dengan bisnis dan PLN akan memberikan kontribusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan," katanya di sela Upacara Energize 150 KV PT ITS dan PLN, Rabu (6/10).