Maladewa, Negara Muslim Pertama yang Larang Rokok untuk Gen Z dan Alpha
Esti setiyowati
Rabu, 05 November 2025 - 17:46 WIB
Maladewa, Negara Muslim Pertama yang Larang Rokok untuk Gen Z dan Alpha. Foto: Pexels/Asad Photo.
Republik Maladewa,negara dengan penduduk mayoritas Muslim, memberlakukan larangan merokok seumur hidup untuk mereka yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2007.
Undang-undang tersebut mulai berlaku pada Sabtu lalu, dengan penegakan penuh oleh Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Kebiasaan Merokok Berlebih Juga Pengaruhi Kesehatan Mental
Dilansir dari BBC, Rabu (5/11/2025), negara kepulauan di Asia Selatan ini kini mewajibkan pengecer untuk memverifikasi usia pelanggan sebelum menjual rokok.
Larangan ini mencakup semua jenis tembakau, termasuk vape dan rokok elektronik yang sudah dilarang untuk dikonsumsi oleh semua warga negara tanpa memandang usia.
Otoritas kesehatan mengatakan kebijakan tersebut sebagai upaya mengatasi tantangan kesehatan masyarakat di negara berpenduduk sekitar 500.000 jiwa ini.
Data Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2021 mencatat sekitar 25 persen penduduk Maladewa di atas usia 15 tahun mengonsumsi tembakau, dengan tingkat penggunaan hampir 50 persen di kalangan remaja berusia 13-15 tahun.
Undang-undang tersebut mulai berlaku pada Sabtu lalu, dengan penegakan penuh oleh Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Kebiasaan Merokok Berlebih Juga Pengaruhi Kesehatan Mental
Dilansir dari BBC, Rabu (5/11/2025), negara kepulauan di Asia Selatan ini kini mewajibkan pengecer untuk memverifikasi usia pelanggan sebelum menjual rokok.
Larangan ini mencakup semua jenis tembakau, termasuk vape dan rokok elektronik yang sudah dilarang untuk dikonsumsi oleh semua warga negara tanpa memandang usia.
Otoritas kesehatan mengatakan kebijakan tersebut sebagai upaya mengatasi tantangan kesehatan masyarakat di negara berpenduduk sekitar 500.000 jiwa ini.
Data Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2021 mencatat sekitar 25 persen penduduk Maladewa di atas usia 15 tahun mengonsumsi tembakau, dengan tingkat penggunaan hampir 50 persen di kalangan remaja berusia 13-15 tahun.