Indonesia dan Fiji Bangun Diplomasi Budaya Lewat IPACS 2025 di Kupang
Tim langit 7
Kamis, 13 November 2025 - 09:39 WIB
Indonesia dan Fiji Bangun Diplomasi Budaya Lewat IPACS 2025 di Kupang
LANGIT7.ID–Kupang;Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menginisiasi penyelenggaraan forum budaya internasional Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 bertajuk Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dalam forum budaya yang menyatukan Indonesia dengan negara-negara kawasan Pasifik ini, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, turut melangsungkan pertemuan bilateral dengan Menteri iTaukei Affairs Republik Fiji, Ifereimi Vasu.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang dalam kesempatan ini didampingi oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D Retnoastuti; Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyithoh Annisa Ramadhani; Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori; dan Direktur Promosi Kebudayaan, Undri, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Republik Fiji dalam gelaran IPACS 2025.
Menbud yang turut mengagumi keindahan Fiji menegaskan kembali semangat persahabatan antara Indonesia dan negara-negara Kepulauan Pasifik, serta membuka peluang untuk memperdalam kolaborasi di berbagai bidang kebudayaan.
Dalam pertemuan bilateral yang turut dihadiri oleh perwakilan Direktorat Pasifik dan Oseania, Kementerian Luar Negeri ini, Menbud Fadli Zon memaparkan sejumlah potensi kerja sama yang dapat dikembangkan. Seperti di antaranya, menggali potensi budaya melalui skema joint nomination untuk Warisan Budaya Takbenda, penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang kebudayaan, serta penguatan people-to-people connection melalui berbagai program budaya antara kedua negara.
“Kita bisa mengajukan Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO dengan skema joint nomination, yang juga bisa melibatkan negara di kawasan Pasifik lainnya, misalnya Bakar Batu,” jelas Menbud dalam keterangan resmi, Kamis (13/11/2025).
Bakar Batu memiliki makna yang mendalam. Tradisi ini menjadi wujud solidaritas serta gotong royong yang menandai peristiwa penting. Bakar Batu kerap dijumpai dalam acara kebudayaan dan festival sebagai simbol persatuan dan identitas. Lebih dari itu, tradisi ini juga memperkenalkan nilai luhur yang penuh makna kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Inisiasi ini disambut baik oleh Menteri iTaukei Affairs. “Terkait dengan kerja sama dengan UNESCO, kami menyampaikan apresiasi dan ketertarikan untuk dapat bekerja sama,” ucapnya. Sementara itu, berkaitan dengan MoU sebagai payung hukum kerja sama, dirinya juga membahas untuk melanjutkan dan menguatkan kerja sama regional dan bilateral yang telah dibentuk.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang dalam kesempatan ini didampingi oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D Retnoastuti; Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyithoh Annisa Ramadhani; Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori; dan Direktur Promosi Kebudayaan, Undri, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Republik Fiji dalam gelaran IPACS 2025.
Menbud yang turut mengagumi keindahan Fiji menegaskan kembali semangat persahabatan antara Indonesia dan negara-negara Kepulauan Pasifik, serta membuka peluang untuk memperdalam kolaborasi di berbagai bidang kebudayaan.
Dalam pertemuan bilateral yang turut dihadiri oleh perwakilan Direktorat Pasifik dan Oseania, Kementerian Luar Negeri ini, Menbud Fadli Zon memaparkan sejumlah potensi kerja sama yang dapat dikembangkan. Seperti di antaranya, menggali potensi budaya melalui skema joint nomination untuk Warisan Budaya Takbenda, penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang kebudayaan, serta penguatan people-to-people connection melalui berbagai program budaya antara kedua negara.
“Kita bisa mengajukan Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO dengan skema joint nomination, yang juga bisa melibatkan negara di kawasan Pasifik lainnya, misalnya Bakar Batu,” jelas Menbud dalam keterangan resmi, Kamis (13/11/2025).
Bakar Batu memiliki makna yang mendalam. Tradisi ini menjadi wujud solidaritas serta gotong royong yang menandai peristiwa penting. Bakar Batu kerap dijumpai dalam acara kebudayaan dan festival sebagai simbol persatuan dan identitas. Lebih dari itu, tradisi ini juga memperkenalkan nilai luhur yang penuh makna kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Inisiasi ini disambut baik oleh Menteri iTaukei Affairs. “Terkait dengan kerja sama dengan UNESCO, kami menyampaikan apresiasi dan ketertarikan untuk dapat bekerja sama,” ucapnya. Sementara itu, berkaitan dengan MoU sebagai payung hukum kerja sama, dirinya juga membahas untuk melanjutkan dan menguatkan kerja sama regional dan bilateral yang telah dibentuk.