home global news

Danantara Fokus pada Transformasi Garuda Indonesia Saat Putuskan Suntikan Modal Rp 23,67 Triliun

Kamis, 13 November 2025 - 18:32 WIB
Danantara Fokus pada Transformasi Garuda Indonesia Saat Putuskan Suntikan Modal Rp 23,67 Triliun
LANGIT7.ID-Jakarta; Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menegaskan bahwa keputusan perusahaan menyalurkan dana sebesar Rp 23,67 triliun ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata maskapai dalam proses pemulihan dan transformasinya. Ia menekankan bahwa penentuan besaran modal tersebut berasal dari analisis internal Danantara terhadap langkah turn around Garuda.

“Kita tidak melihat kembali lagi tidak angkanya tetapi bagaimana sebuah proses komprehensif daripada turn around dan transformasi Garuda Indonesia bahwa saat ini yang dibutuhkan sejumlah itu,” ujar Dony di Garuda Sentra Operasi, Cengkareng, Tangerang, Kamis (13/11/2025).

Dony menegaskan bahwa nilai tersebut diputuskan setelah Danantara melakukan evaluasi mendalam atas kebutuhan Garuda Indonesia, bukan mengikuti usulan awal perusahaan. Karena itu, suntikan modal ditetapkan lebih rendah dibanding permintaan sebelumnya. “Sehingga kita melakukan penambahan modal ke Garuda Indonesia sebesar Rp 23 triliun. Karena ini yang kita lakukan karena memang berdasarkan pada analisa,” tambahnya.

Langkah strategis tersebut kini berjalan beriringan dengan keputusan pemegang saham Garuda Indonesia. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Auditorium Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Tangerang, Rabu (12/11), para pemegang saham menyetujui penyertaan modal dari PT Danantara Asset Management (Persero) sebesar Rp 23,67 triliun melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Persetujuan ini diwujudkan melalui dua skema, yaitu setoran modal tunai sebesar Rp 17,02 triliun dan Konversi Utang Pinjaman Pemegang Saham senilai Rp 6,65 triliun. Penyertaan modal tersebut diterbitkan dalam bentuk 315.610.920.000 lembar saham Seri D, dengan harga pelaksanaan Rp 75 per lembar sebagaimana disetujui dalam RUPSLB.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan menjelaskan bahwa keputusan pemegang saham tersebut akan memberikan efek signifikan terhadap agenda transformasi perusahaan serta memperkuat struktur keuangan secara keseluruhan. “Persetujuan pemegang saham terhadap penyertaan modal ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan pemulihan dan transformasi Garuda Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis.

Glen merinci bahwa alokasi dana dari penyertaan modal ini menyasar kebutuhan operasional di dua entitas: Garuda Indonesia dan Citilink. Untuk Garuda Indonesia, sekitar Rp 8,7 triliun atau 37 persen digunakan bagi modal kerja termasuk kebutuhan pemeliharaan dan perawatan pesawat. Sementara itu, Citilink akan memperoleh dukungan Rp 14,9 triliun atau 63 persen, yang mencakup Rp 11,2 triliun untuk modal kerja dan Rp 3,7 triliun untuk penyelesaian kewajiban pembelian bahan bakar kepada Pertamina periode 2019–2021.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya