home global news

Menbud Fadli Zon Resmikan Ruang Pamer Museum Keraton Kanoman Cirebon

Senin, 17 November 2025 - 21:13 WIB
Menbud Fadli Zon Resmikan Ruang Pamer Museum Keraton Kanoman Cirebon
LANGIT7.ID-Cirebon; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Ruang Pameran Tetap Museum Gedung Pusaka Keraton Kanoman Cirebon. Peresmian ini merupakan bagian dari program Pendukungan Kegiatan Lembaga dan Komunitas Permuseuman yang bertujuan memperkuat ekosistem museum nasional, sekaligus mendorong museum sebagai pusat pembelajaran budaya yang inklusif, relevan, dan interaktif bagi masyarakat.

Museum Gedung Pusaka Keraton Kanoman merupakan salah satu penerima program Penguatan Tata Kelola Museum yang difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi. Setelah melalui proses penataan ruang pamer yang dilakukan sesuai prinsip museologi modern, ruang pameran tetap kini resmi dibuka untuk publik.

Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menegaskan peresemian ini sebagai titik penting dalam upaya pelestarian warisan budaya Cirebon sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi sejarah dan pusaka Keraton Kanoman.

“Keraton Kanoman ini adalah pusat peradaban, spiritualitas, dan kebudayaan Cirebon sejak masa Sunan Gunung Jati. Tentu museum bukan sekadar tempat penyimpanan artefak, tapi tempat menyimpan benda bersejarah yang merupakan bagian dari perjalanan budaya, perjalanan peradaban, pusat informasi dan edukasi bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” tuturnya dalam keterangan resmi, Senin (17/11/2025).

Lebih lanjut, sesuai amanat Pasal 32 ayat (1) UUD 1945, Menbud menegaskan peran budaya sebagai engine of growth. Bukanlah sebuah beban, budaya dipandang sebagai energi pertumbuhan. Terlebih, Cirebon, memiliki banyak peninggalan sejarah baik tangible dan intangible yang perlu dijaga, dilestarikan, dikembangkan, dan dimanfaatkan, salah satunya melalui museum.

Sebagai etalase terdepan, museum penting sebagai ruang edukasi serta ruang budaya peradaban. “Dengan museum, kita akan tahu perjalanan waktu ke waktu, berabad-abad, lewat storyline, juga lewat tata pamernya,” ujar Menbud.

Kerja bersama diperlukan untuk menguatkan peran museum sebagai pusat budaya, dimana Menbud Fadli Zon menyebutnya sebagai cultural enclave. Ia menegaskan bahwa tugas ini tak hanya melibatkan pemerintah pusat, tetapi juga kerja sama pemerintah provinsi, kabupaten/kota, swasta, serta korporasi. “Harus ada public-private partnership, serta keterlibatan para filantropis. Hal ini sudah banyak dilakukan oleh negara-negara lain,” tambah Menbud.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya