Kisah Inspiratif, Wanita Ini Bantu Penyintas Kanker Lewat Prostesis Payudara Hasil Rajutan
Lusi mahgriefie
Jum'at, 21 November 2025 - 12:07 WIB
Mary Mwangi, penyintas kanker asal Kenya yang berhasil membantu sesama penyintas dengan menciptakan Prostesis Payudara rajut. Sumber: Aljazeera
Kisah inspiratif dari seorang wanita asal Kenya, Mary Mwangi mampu membangkitkan semangat hidup bagi banyak orang. Mwagi terserang kanker dua kali dalam hidupnya, nyaris putus asa namun akhirnya Ia bangkit dan justru memberi manfaat bagi penyintas kanker lainnya melalui karya rajut.
Keseharian Mwagi sebelum didiagnosa kanker yakni mengelola toko jahit di kota Thika, Kabupaten Kiambu, Kenya. Namun pada tahun 2017 dia didiagnosis menderita kanker tulang belakang. Ia terpaksa berbaring di tempat tidur selama 11 bulan setelah menjalani perawatan kanker.
Karena terkurung di rumah dan ingin mengisi waktu, ia memutuskan untuk merajut topi, yang akhirnya ia sumbangkan kepada pasien kanker di Rumah Sakit Nasional Kenyatta.
Kemudian tahun berikutnya, 2018, dunianya terguncang ketika ia didiagnosis lagi, kali ini dengan kanker payudarakanker payudara stadium tiga.
"Saya merasa seperti kiamat ketika diagnosis itu keluar," kata ibu tiga anak berusia 52 tahun ini, melansir AlJazeera, Jumat (21/11/2025).
Begitu berat kenyataan yang ia harus hadapi, Mwagi pun mengisolasi diri dari teman dan keluarga bahkan mematikan ponselnya. "Saya memberi tahu suami saya bahwa saya tidak ingin berinteraksi dengan siapa pun, dunia terasa begitu kejam," kenangnya.
Baca juga:Kisah Inspiratif Tiga Warga Spanyol Naik Haji Menunggang Kuda Menuju Mekkah Dengan Ribuan Kilo
Keseharian Mwagi sebelum didiagnosa kanker yakni mengelola toko jahit di kota Thika, Kabupaten Kiambu, Kenya. Namun pada tahun 2017 dia didiagnosis menderita kanker tulang belakang. Ia terpaksa berbaring di tempat tidur selama 11 bulan setelah menjalani perawatan kanker.
Karena terkurung di rumah dan ingin mengisi waktu, ia memutuskan untuk merajut topi, yang akhirnya ia sumbangkan kepada pasien kanker di Rumah Sakit Nasional Kenyatta.
Kemudian tahun berikutnya, 2018, dunianya terguncang ketika ia didiagnosis lagi, kali ini dengan kanker payudarakanker payudara stadium tiga.
"Saya merasa seperti kiamat ketika diagnosis itu keluar," kata ibu tiga anak berusia 52 tahun ini, melansir AlJazeera, Jumat (21/11/2025).
Begitu berat kenyataan yang ia harus hadapi, Mwagi pun mengisolasi diri dari teman dan keluarga bahkan mematikan ponselnya. "Saya memberi tahu suami saya bahwa saya tidak ingin berinteraksi dengan siapa pun, dunia terasa begitu kejam," kenangnya.
Baca juga:Kisah Inspiratif Tiga Warga Spanyol Naik Haji Menunggang Kuda Menuju Mekkah Dengan Ribuan Kilo