home sports

MLSC Seri 1 2025/2026 Catat 17.365 Peserta, Minat Sepak Bola Putri Meningkat Drastis

Ahad, 23 November 2025 - 21:22 WIB
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann menyapa siswi-siswi yang berlaga di MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 - 2026. Dok: Humas
LANGIT7.ID–Jakarta; Rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2025–2026 resmi berakhir dengan capaian signifikan di tingkat nasional. Sepanjang penyelenggaraan di 10 kota, tercatat 17.365 peserta ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri usia dini yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut. Angka ini memperlihatkan perkembangan pesat minat siswi sekolah dasar terhadap sepak bola, sekaligus menandai semakin kuatnya fondasi pembinaan talenta muda di berbagai daerah.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menilai angka partisipasi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas penyelenggaraan MLSC. Ia menyebut konsistensi turnamen dari tahun ke tahun menjadi faktor penting yang membuat sekolah dan orang tua semakin yakin untuk mendorong anak-anak ikut berkompetisi.

“Antusiasme dari peserta semakin tinggi, terutama di Jakarta yang awal penyelenggaraan di tahun 2024 hanya 368 peserta sekarang sudah lebih dari 2.700. Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi penyelenggaraan turnamen yang kami tunjukkan sudah meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas MilkLife Soccer Challenge,” kata Teddy dalam keterangan resmi, Minggu (23/11/2025).

Baca juga: Jakarta Tutup Seri 1 MLSC 2025/2026 dengan Rekor Peserta 2.708 dan Dua Juara Baru

Dua kota baru, yakni Bekasi dan Malang, juga menjadi perhatian dalam MLSC Seri 1. Keduanya menunjukkan potensi besar meskipun masih membutuhkan adaptasi dari sisi kualitas permainan. Teddy optimistis bahwa perkembangan sekolah dan akademi sepak bola yang kini lebih serius mempersiapkan diri akan mempercepat peningkatan performa peserta di dua kota tersebut pada seri-seri berikutnya.

Selain tren peningkatan jumlah peserta, MLSC Seri 1 juga menghadirkan fenomena baru dalam proses talent scouting. Bertambahnya tim yang ikut serta membuat kompetisi semakin ketat dan memunculkan bakat-bakat potensial dari sekolah yang dulunya tidak pernah terdengar di level turnamen nasional. Hal tersebut membawa tantangan tersendiri bagi tim pelatih dan pemandu bakat.

“Saya melihat sekolah-sekolah yang sudah berpartisipasi sebelumnya terus berusaha meningkatkan kualitas tim masing-masing dalam persaingan menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge. Namun, tidak sedikit sekolah yang baru kali ini ikut serta juga di luar dugaan mampu bersaing. Di satu sisi situasi itu menguntungkan kami sebagai penyelenggara karena muncul banyak bakat-bakat yang bisa dikembangkan lebih jauh. Di sisi lain juga membuat kami harus ekstra hati-hati dalam menjaring talenta-talenta terbaik,” ujar Head Coach MLSC, Timo Scheunemann.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya