Kemenag Perkuat Literasi Halal Lewat UI Halal Expo 2025
Tim langit 7
Selasa, 25 November 2025 - 13:30 WIB
Kemenag Perkuat Literasi Halal Lewat UI Halal Expo 2025
LANGIT7.ID–Jakarta;Kementerian Agama melalui Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) berpartisipasi dalam UI Halal Expo 2025 yang digelar oleh UI Halal Center pada 25–27 November 2025 di Balairung UI, Depok. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi publik, literasi halal, serta kolaborasi lintas lembaga dalam penguatan ekosistem halal nasional.
Direktur JPH, Fuad Nasar, menyampaikan bahwa kehadiran booth JPH pada expo ini merupakan bentuk komitmen Kemenag dalam membangun kesadaran masyarakat serta memperluas akses informasi mengenai layanan halal.
“Kami membuka booth halal Direktorat JPH berdampingan dengan BPJPH. Tema sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia sangat relevan dengan apa yang kami kerjakan di Kementerian Agama,” ujar Fuad dalam keterangan resmi, Selasa (25/11/2025).
Halal sebagai Nilai Etik Global
Fuad menjelaskan bahwa kesadaran halal kini telah meluas dari isu keagamaan menjadi nilai etik global yang dihargai berbagai negara seperti Jepang, Tiongkok, negara-negara Eropa, hingga Amerika Serikat.
“Halal kini bergerak dari sekadar label menuju nilai etik. Masyarakat ingin memastikan bukan hanya bahan yang halal, tetapi juga proses, dampak lingkungan, serta nilai kemanusiaannya. Inilah yang kita sebut halal lifestyle,” jelasnya.
Direktur JPH, Fuad Nasar, menyampaikan bahwa kehadiran booth JPH pada expo ini merupakan bentuk komitmen Kemenag dalam membangun kesadaran masyarakat serta memperluas akses informasi mengenai layanan halal.
“Kami membuka booth halal Direktorat JPH berdampingan dengan BPJPH. Tema sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia sangat relevan dengan apa yang kami kerjakan di Kementerian Agama,” ujar Fuad dalam keterangan resmi, Selasa (25/11/2025).
Halal sebagai Nilai Etik Global
Fuad menjelaskan bahwa kesadaran halal kini telah meluas dari isu keagamaan menjadi nilai etik global yang dihargai berbagai negara seperti Jepang, Tiongkok, negara-negara Eropa, hingga Amerika Serikat.
“Halal kini bergerak dari sekadar label menuju nilai etik. Masyarakat ingin memastikan bukan hanya bahan yang halal, tetapi juga proses, dampak lingkungan, serta nilai kemanusiaannya. Inilah yang kita sebut halal lifestyle,” jelasnya.