Makna Kalimat Tauhid yang Dilecehkan Acara Dangdut Indosiar
Esti setiyowati
Jum'at, 28 November 2025 - 15:38 WIB
Makna Kalimat Tauhid yang Dilecehkan Acara Dangdut Indosiar. Foto: istimewa.
Kalimat tauhid yang berbunyi laa ilaha illallahadalah kalimat yang mulia bagi umat Islam. Kalimat ini sekaligus menjadi pondasi utama agama Islam.
Belum lama ini, salah satu program dari stasiun televisi Indosiar memicu kontroversi karena dinilai telah melecehkan kalimat tauhid.
Baca juga: Indosiar Minta Maaf ke MUI soal Tarian dengan Lagu Bernuansa Tauhid di Dangdut Academy 7
Acara Dangdut Academy 7 (DA7) Indosiar banjir kecaman usai menampilkan kreator asal Madura, Boger Bojinov yang bergoyang ngebor dengan iringan lagu Madura berjudul "Aduh Kacong Bekna Sengak" yang terdapat kalimat tauhid.
Selain itu, para penampil menggoyangkan tubuh dan mengenakan pakaian yang dinilai jauh dari syariat Islam. Cuplikan video tersebut langsung viral dan memicu kemarahan umat Islam.
Dalam "Buku Ajar Pendidikan Islam Kontemporer" oleh Mesenu, dijelaskan bahwa kalimat tauhid merupakan wujud persaksian yang diucapkan bersanding dengan kalimat muhammadur rasulullah. Persaksian ini merupakan rukun pertama dari Rukun Islam.
Dengan kalimat tersebut, Allah menciptakan para makhluk, mengutus para rasul, dan menurunkan kitab-kitab. Lewat kalimat tauhid pula, manusia dapat dibedakan menjadi mukmin atau kafir, menjadi ahli surga atau ahli neraka.
Belum lama ini, salah satu program dari stasiun televisi Indosiar memicu kontroversi karena dinilai telah melecehkan kalimat tauhid.
Baca juga: Indosiar Minta Maaf ke MUI soal Tarian dengan Lagu Bernuansa Tauhid di Dangdut Academy 7
Acara Dangdut Academy 7 (DA7) Indosiar banjir kecaman usai menampilkan kreator asal Madura, Boger Bojinov yang bergoyang ngebor dengan iringan lagu Madura berjudul "Aduh Kacong Bekna Sengak" yang terdapat kalimat tauhid.
Selain itu, para penampil menggoyangkan tubuh dan mengenakan pakaian yang dinilai jauh dari syariat Islam. Cuplikan video tersebut langsung viral dan memicu kemarahan umat Islam.
Dalam "Buku Ajar Pendidikan Islam Kontemporer" oleh Mesenu, dijelaskan bahwa kalimat tauhid merupakan wujud persaksian yang diucapkan bersanding dengan kalimat muhammadur rasulullah. Persaksian ini merupakan rukun pertama dari Rukun Islam.
Dengan kalimat tersebut, Allah menciptakan para makhluk, mengutus para rasul, dan menurunkan kitab-kitab. Lewat kalimat tauhid pula, manusia dapat dibedakan menjadi mukmin atau kafir, menjadi ahli surga atau ahli neraka.