ITS Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekosistem Syariah Lewat Kolaborasi Strategis dengan BSI
Tim langit 7
Rabu, 03 Desember 2025 - 15:32 WIB
ITS Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekosistem Syariah Lewat Kolaborasi Strategis dengan BSI
LANGIT7.ID-Jakarta;Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan posisinya sebagai kampus yang aktif menggerakkan pemberdayaan sosial-ekonomi berbasis nilai Islam dengan membangun kemitraan strategis bersama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BSI Maslahat. Melalui kerja sama yang ditegaskan pada Selasa (2/12), ITS mengarahkan kolaborasi ini untuk memperluas dampak pemberdayaan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan komunitas binaan.
Alih-alih hanya menguatkan fungsi akademik, ITS memfokuskan kemitraan ini sebagai bagian dari strategi besar memperkokoh ekosistem ekonomi umat. Kerja sama tersebut membuka ruang untuk menghubungkan mahasiswa, pesantren, desa binaan, hingga organisasi sosial melalui program pemberdayaan ekonomi dan literasi syariah yang lebih terstruktur.
Penguatan yang dibangun bersama BSI ini dikelola secara khusus melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, sehingga seluruh program tidak hanya bersifat seremonial, tetapi langsung diarahkan menjadi kegiatan yang memiliki outcome jangka panjang untuk masyarakat.
Rektor ITS Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menyampaikan bahwa rangkaian program dalam kolaborasi tersebut disusun menggunakan pendekatan berbasis nilai Islam untuk memperluas dampak pemberdayaan. Ia menjelaskan bahwa program-program yang berjalan meliputi pelatihan kewirausahaan halal, literasi keuangan syariah, penguatan ekonomi hijau, serta pendampingan bagi pesantren dan desa binaan. “Pengelolaan program ini akan dilakukan ITS lewat Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM),” papar Bambang dalam keterangan resmi, Rabu (3/12/2025).
Selain pemberdayaan sosial-ekonomi, BSI turut menyalurkan BSI Scholarship yang sudah berjalan sejak 2021 dan kini telah mendukung 123 mahasiswa ITS dari berbagai program studi. Bambang menyebut beasiswa tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa. “Program ini mendorong mahasiswa berkembang sebagai pemimpin muda yang berkarakter dan peduli sosial,” ujarnya.
Dari sisi BSI, kolaborasi ini dipandang sejalan dengan visi ITS Advancing Humanity yang menempatkan kepedulian sosial sebagai pondasi utama. Regional CEO Region 8 Surabaya BSI, Jajang Abdul Karim menekankan bahwa nilai-nilai yang dibangun ITS menjadi titik temu dengan arah program BSI. Ia menyatakan bahwa lembaganya ingin memperkuat kontribusi mahasiswa melalui kegiatan yang memperkuat karakter dan kebermanfaatan. “Ada juga beberapa program yang bertujuan membentuk generasi muda yang peka terhadap permasalahan masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, BSI menyerahkan laptop bagi penerima beasiswa. Jajang berharap fasilitas tersebut dapat memperluas kapasitas akademik para mahasiswa serta mendukung aktivitas pengabdian masyarakat yang mereka jalankan. “Dengan fasilitas ini, kami berharap mereka dapat lebih berdampak kepada masyarakat luas,” imbuhnya.
Alih-alih hanya menguatkan fungsi akademik, ITS memfokuskan kemitraan ini sebagai bagian dari strategi besar memperkokoh ekosistem ekonomi umat. Kerja sama tersebut membuka ruang untuk menghubungkan mahasiswa, pesantren, desa binaan, hingga organisasi sosial melalui program pemberdayaan ekonomi dan literasi syariah yang lebih terstruktur.
Penguatan yang dibangun bersama BSI ini dikelola secara khusus melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, sehingga seluruh program tidak hanya bersifat seremonial, tetapi langsung diarahkan menjadi kegiatan yang memiliki outcome jangka panjang untuk masyarakat.
Rektor ITS Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menyampaikan bahwa rangkaian program dalam kolaborasi tersebut disusun menggunakan pendekatan berbasis nilai Islam untuk memperluas dampak pemberdayaan. Ia menjelaskan bahwa program-program yang berjalan meliputi pelatihan kewirausahaan halal, literasi keuangan syariah, penguatan ekonomi hijau, serta pendampingan bagi pesantren dan desa binaan. “Pengelolaan program ini akan dilakukan ITS lewat Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM),” papar Bambang dalam keterangan resmi, Rabu (3/12/2025).
Selain pemberdayaan sosial-ekonomi, BSI turut menyalurkan BSI Scholarship yang sudah berjalan sejak 2021 dan kini telah mendukung 123 mahasiswa ITS dari berbagai program studi. Bambang menyebut beasiswa tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa. “Program ini mendorong mahasiswa berkembang sebagai pemimpin muda yang berkarakter dan peduli sosial,” ujarnya.
Dari sisi BSI, kolaborasi ini dipandang sejalan dengan visi ITS Advancing Humanity yang menempatkan kepedulian sosial sebagai pondasi utama. Regional CEO Region 8 Surabaya BSI, Jajang Abdul Karim menekankan bahwa nilai-nilai yang dibangun ITS menjadi titik temu dengan arah program BSI. Ia menyatakan bahwa lembaganya ingin memperkuat kontribusi mahasiswa melalui kegiatan yang memperkuat karakter dan kebermanfaatan. “Ada juga beberapa program yang bertujuan membentuk generasi muda yang peka terhadap permasalahan masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, BSI menyerahkan laptop bagi penerima beasiswa. Jajang berharap fasilitas tersebut dapat memperluas kapasitas akademik para mahasiswa serta mendukung aktivitas pengabdian masyarakat yang mereka jalankan. “Dengan fasilitas ini, kami berharap mereka dapat lebih berdampak kepada masyarakat luas,” imbuhnya.