home edukasi & pesantren

Ulama dan Akademisi Bahas Masa Depan Fatwa di Era AI dalam Seminar UIN Sunan Kalijaga

Kamis, 11 Desember 2025 - 10:54 WIB
Ulama dan Akademisi Bahas Masa Depan Fatwa di Era AI dalam Seminar UIN Sunan Kalijaga
LANGIT7.ID-Jakarta;Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan Majelis Hukama Muslimin (MHM) kantor cabang Indonesia menggelar seminar nasional bertajuk Ketika Ulama Bertemu Algoritma. Seminar digelar di kampus UIN Yogyakarta, Selasa (9/12).

Hadir sebagai narasumber, Pendiri dan Anggota MHM Prof. Dr. M Quraish Shihab, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. M Amin Abdullah, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Dr. Noorhaidi Hasan, Anggota Komite Eksekutif MHM Dr. TGB M Zainul Majdi, dan Pakar Artificial Intelligence (AI) dari UGM, Dr. Mardhani Riasetiawan.

Seminar diikuti lebih 550 peserta, baik dosen, peneliti, akademisi, serta mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Di era AI, perbedaan ilmu dan hikmah makin terasa dan signifikan. Karena mesin dapat meniru ilmu, namun mesin tidak bisa menghadirkan hikmah,” terang Direktur MHM kantor cabang Indonesia Muchlis M Hanafi dalam keterangan resmi, Kamis (11/12/2025).

Menurut Muchlis, seminar ini penting untuk membahas strategi dalam meletakkan dasar-dasar masa depan keberagamaan, bagaimana otoritas keberagamaan dapat dipertahankan saat algoritma mulai hadir sebagai jawaban, nasihat, fatwa, atau bahkan menjadi ulama digital. Perkembangan AI menghadirkan beberapa tantangan, antara lain: disrupsi otoritas keagamaan, serta aspek etik dan epistemologis dalam penggunaan AI untuk kepentingan layanan keagamaan.

“Bagi MHM, seminar ini bukan soal teknis semata, tapi menyentuh hal inti tentang bagaimana merawat hikmah, menjaga martabat kemanusiaan dan memastikan teknologi berada di bawah nilai etika,” sebutnya.



Pandangan Baru, Tak Lepas Nilai Lama
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya