Darurat Aceh, Warga Kibarkan Bendera Putih Simbol Kecewa dengan Pemerintah dan Butuh Bantuan Internasional
Lusi mahgriefie
Kamis, 18 Desember 2025 - 20:10 WIB
Warga tengah mengibarkan bendera putih di sepanjang jalan di Aceh
Warga di sejumlah titik di Aceh ramai-ramai memasang bendera putih sebagai simbol kekecewaan, darurat kemanusiaan, serta protes terhadap pemerintah yang dinilai lamban dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, selama tiga pekan terakhir.
Tampak bendera putih yang terbuat dari bahan kain itu dikibarkan di sepanjang Jalan Nasional Banda Aceh–Medan. Mulai dari Kecamatan Ulim, Bandar Dua, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen serta Kabupaten Aceh Tamiang.
Makna dari bendera puih ini adalah sebagai tanda darurat karena bantuan logistik menipis, bukan simbol menyerah, melainkan penanda agar lokasi warga segera diperhatikan.
Warga menilai, pemerintah pusat lamban dalam menangani bencana di Sumatera, khususnya di Aceh yang hingga memasuki pekan ketiga ini masih sangat terbatas.
Dalam hal bantuan makanan misalnya, sesama warga sudah melakukan aksi saling membantu dengan membangun dapur umum mandiri. Namun, stok bahan makanan makin lama kian menipis dan banyak warga mulai kelaparan. Mengutip Kompas.id, Kamis (18/12/2025), seorang warga mengatakan bahwa masyarakat di sana sudah tidak sanggup.
"Masyarakat di sini sudah tidak sanggup. Bendera putih ini menjadi tanda kami menyerah oleh keadaan," kata Zamzani, salah satu warga di sana.
(Unjuk rasa olehKoalisi Masyarakat Sipil Aceh sambil mengibarkan bendera putih, Kamis (18/12))
Tampak bendera putih yang terbuat dari bahan kain itu dikibarkan di sepanjang Jalan Nasional Banda Aceh–Medan. Mulai dari Kecamatan Ulim, Bandar Dua, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen serta Kabupaten Aceh Tamiang.
Makna dari bendera puih ini adalah sebagai tanda darurat karena bantuan logistik menipis, bukan simbol menyerah, melainkan penanda agar lokasi warga segera diperhatikan.
Warga menilai, pemerintah pusat lamban dalam menangani bencana di Sumatera, khususnya di Aceh yang hingga memasuki pekan ketiga ini masih sangat terbatas.
Dalam hal bantuan makanan misalnya, sesama warga sudah melakukan aksi saling membantu dengan membangun dapur umum mandiri. Namun, stok bahan makanan makin lama kian menipis dan banyak warga mulai kelaparan. Mengutip Kompas.id, Kamis (18/12/2025), seorang warga mengatakan bahwa masyarakat di sana sudah tidak sanggup.
"Masyarakat di sini sudah tidak sanggup. Bendera putih ini menjadi tanda kami menyerah oleh keadaan," kata Zamzani, salah satu warga di sana.
(Unjuk rasa olehKoalisi Masyarakat Sipil Aceh sambil mengibarkan bendera putih, Kamis (18/12))