LANGIT7.ID-, Aceh - Warga di sejumlah titik di
Aceh ramai-ramai memasang bendera putih sebagai simbol kekecewaan, darurat kemanusiaan, serta protes terhadap pemerintah yang dinilai lamban dalam penanganan
bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, selama tiga pekan terakhir.
Tampak
bendera putih yang terbuat dari bahan kain itu dikibarkan di sepanjang Jalan Nasional Banda Aceh–Medan. Mulai dari Kecamatan Ulim, Bandar Dua, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen serta Kabupaten Aceh Tamiang.
Makna dari bendera puih ini adalah sebagai tanda darurat karena bantuan logistik menipis, bukan simbol menyerah, melainkan penanda agar lokasi warga segera diperhatikan.
Warga menilai, pemerintah pusat lamban dalam menangani bencana di Sumatera, khususnya di Aceh yang hingga memasuki pekan ketiga ini masih sangat terbatas.
Dalam hal bantuan makanan misalnya, sesama warga sudah melakukan aksi saling membantu dengan membangun dapur umum mandiri. Namun, stok bahan makanan makin lama kian menipis dan banyak warga mulai kelaparan. Mengutip
Kompas.id, Kamis (18/12/2025), seorang warga mengatakan bahwa masyarakat di sana sudah tidak sanggup.
"Masyarakat di sini sudah tidak sanggup. Bendera putih ini menjadi tanda kami menyerah oleh keadaan," kata Zamzani, salah satu warga di sana.
![Darurat Aceh, Warga Kibarkan Bendera Putih Simbol Kecewa dengan Pemerintah dan Butuh Bantuan Internasional]()
(Unjuk rasa oleh Koalisi Masyarakat Sipil Aceh sambil mengibarkan bendera putih, Kamis (18/12))
Baca juga: Muhammadiyah Siap Tempuh Jalur Hukum Bila Presiden Tak Segera Tetapkan Status Bencana NasionalKondisi warga Aceh saat ini mengalami kekurangan pangan, air bersih, dan obat-obatan sementara akses jalan terputus dan bantuan belum merata.
Juru bicara Gerakan Rakyat Aceh Bersatu, Masri, mengatakan bahwa masyarakat tidak mampu lagi menghadapi dampak bencana yang berkepanjangan. Ia pun mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan status bencana nasional.
Terkait aksi serupa, Koalisi Masyarakat Sipil Aceh menggelar aksi pengibaran bendera putih di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (18/12/2025), sebagai simbol kondisi darurat yang dihadapi warga pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.
Aksi ini menuntut Presiden Prabowo Subianto menetapkan status bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagia bencana nasional, membuka akses bantuan internasional, serta menghadirkan kebijakan nyata di lapangan.
Baca juga: Prabowo Subianto Tinjau Jalan Nasional Lembah Anai yang Putus Total Akibat BencanaDalam aksi ini juga dijelaskan bahwa pengibaran bendera putih bukan tanda menyerah, melainkanseruan agar negara segera hadir, karena hingga 23 hari bencana, korban masih hidup dalam kekurangan dan penderitaan yang belum teratasi.
"Bendera putih yang kami kibarkan, bukan berarti kami menyerah tapi kami ingin tunjukkan pada dunia Aceh butuh perhatian," ujar salah satu pendemo saat berorasi, melansir video dari Instagram
@acehkini.
Sebelumnya, seruan untuk mengibarkan bendera putih di seluruh wilayah Aceh, telah disampaikan melalui media sosial. Aksi solidaritas ini menjadi simbol perjuangan untuk negara maupun internasional peduli dengan masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah lonngsor.
(lsi)