Liga Arab dan GCC Kecam Pengakuan Israel atas Somaliland
Esti setiyowati
Ahad, 28 Desember 2025 - 13:12 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Somaliland. Foto: X.
Liga Arab danDewan Kerja Sama Teluk (GCC) menolak keras pengakuan Israel atas Somaliland sebagai negara merdeka, memisahkan diri dari Somalia.
Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menyebut langkah Israel tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara Somalia.
Baca juga: Somalia Bawa Isu Kemanusiaan Gaza dalam Debut di DK PBB
"Setiap upaya untuk memaksakan pengakuan sepihak merupakan campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan internal Somalia dan menetapkan preseden berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas regional dan internasional," kata Ahmed Aboul Gheit dalam pernyataannya seperti dikutip Antara, Ahad (28/12/2025).
Sekjen GCC Jasem Albudaiwi mengatakan pengakuan Israel merupakan presenden berbahaya yang akan merusak fondasi stabilitas di kawasan Tanduk Afrika.
"Pengakuan ini merupakan preseden berbahaya yang akan merusak fondasi stabilitas di kawasan Tanduk Afrika dan membuka pintu bagi ketegangan dan konflik lebih lanjut," kata Sekretaris Jenderal GCC Jasem Albudaiwi dalam sebuah pernyataan.
Albudaiwi menambahkan, pengakuan tersebut bertentangan dengan upaya regional dan internasional yang bertujuan untuk memperkuat perdamaian dan keamanan internasional di kawasan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menyebut langkah Israel tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara Somalia.
Baca juga: Somalia Bawa Isu Kemanusiaan Gaza dalam Debut di DK PBB
"Setiap upaya untuk memaksakan pengakuan sepihak merupakan campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan internal Somalia dan menetapkan preseden berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas regional dan internasional," kata Ahmed Aboul Gheit dalam pernyataannya seperti dikutip Antara, Ahad (28/12/2025).
Sekjen GCC Jasem Albudaiwi mengatakan pengakuan Israel merupakan presenden berbahaya yang akan merusak fondasi stabilitas di kawasan Tanduk Afrika.
"Pengakuan ini merupakan preseden berbahaya yang akan merusak fondasi stabilitas di kawasan Tanduk Afrika dan membuka pintu bagi ketegangan dan konflik lebih lanjut," kata Sekretaris Jenderal GCC Jasem Albudaiwi dalam sebuah pernyataan.
Albudaiwi menambahkan, pengakuan tersebut bertentangan dengan upaya regional dan internasional yang bertujuan untuk memperkuat perdamaian dan keamanan internasional di kawasan tersebut.