BNPB Kebut Pembangunan Hunian Sementara di Kabupaten Agam dengan Menambah Jumlah Personel
Lusi mahgriefie
Selasa, 30 Desember 2025 - 09:49 WIB
Pembangunan hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dikebut.
Pembangunan hunian sementara (huntara) tahap I di Kabupaten Agam, Sumatera Barat terus dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi korban banjir bandang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan beberapa penebalan pada proses pembangunan 117 huntara di Lapangan SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembaian.
Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Ary Laksmana mengatakan, BNPB melakukan beberapa upaya untuk mempercepat pembangunan huntara tersebut diantaranya dengan menambah personel pelaksana atau tukang, dan membagi jam kerja menjadi dua shift.
Selain penambahan personel, Operasi Modifikasi Cuaca juga ditambahkan frekuensinya untuk menurunkan intensitas hujan di wilayah Kabupaten Agam, mengingat kondisi yang terus hujan menjadi salah satu kendala pada pembangunan huntara ini.
"Kita sudah meminta dari Tim OMC ini bisa menambahkan jam terbang untuk mengurangi intensitas hujan yang terjadi di wilayah Palembaian. Selain itu, kami juga akan menambah tenaga ahli pertukangan menjadi dua kali lipat dari sebelumnya, dan dibagi menjadi dua shift," jelas Ary.
Baca juga:Kondisi Memprihatinkan, Banjir di Kalsel Naik ke Status Tanggap Darurat Bencana
Jumlah personel gabungan yang terlibat pada pembangunan huntara, sebelumnya terdiri dari unsur TNI berjumlah 100 orang dan tenaga ahli tukang sebanyak 6 orang. Nantinya personel akan ditambah menjadi dua kali lipat, baik TNI maupun tenaga ahli tukang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan beberapa penebalan pada proses pembangunan 117 huntara di Lapangan SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembaian.
Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Ary Laksmana mengatakan, BNPB melakukan beberapa upaya untuk mempercepat pembangunan huntara tersebut diantaranya dengan menambah personel pelaksana atau tukang, dan membagi jam kerja menjadi dua shift.
Selain penambahan personel, Operasi Modifikasi Cuaca juga ditambahkan frekuensinya untuk menurunkan intensitas hujan di wilayah Kabupaten Agam, mengingat kondisi yang terus hujan menjadi salah satu kendala pada pembangunan huntara ini.
"Kita sudah meminta dari Tim OMC ini bisa menambahkan jam terbang untuk mengurangi intensitas hujan yang terjadi di wilayah Palembaian. Selain itu, kami juga akan menambah tenaga ahli pertukangan menjadi dua kali lipat dari sebelumnya, dan dibagi menjadi dua shift," jelas Ary.
Baca juga:Kondisi Memprihatinkan, Banjir di Kalsel Naik ke Status Tanggap Darurat Bencana
Jumlah personel gabungan yang terlibat pada pembangunan huntara, sebelumnya terdiri dari unsur TNI berjumlah 100 orang dan tenaga ahli tukang sebanyak 6 orang. Nantinya personel akan ditambah menjadi dua kali lipat, baik TNI maupun tenaga ahli tukang.