Demi Warga Aceh Bisa Makan Daging Sapi Saat Ramadan, Mualem Minta Pemerintah Bantu
Lusi mahgriefie
Rabu, 31 Desember 2025 - 10:51 WIB
Demi Warga Aceh Bisa Makan Daging Sapi Saat Ramadan, Mualem Minta Pemerintah Bantu
Gubernur Aceh Muzakir Manafatau biasa disapa Mualem tak banyak basa-basi saat menyampaikan permintaan kepada pemerintah. Dengan gamblang menyebutkan kebutuhan khusus masyarakat Aceh pascabencana, termasuk pentingnya ketersediaan daging sapi agar bisa dinikmati saat Ramadan.
Menurutnya, saat ini banyak warga kehilangan ternak akibat banjir dan longsor. Karena itu, ia mengusulkan pemerintah pusat membantu menjamin ketersediaan dan stabilitas stok daging sapi untuk Meugang.
"Sebentar lagi kita menjalankan Ramadan Pak. Aceh kalau tidak Meugang, tidak makan daging, rasanya nggak Ramadan Pak," kata Mualem dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).
Meugang yang dimaksud Mualem merupakan tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat dan yatim piatu oleh masyarakat Aceh. Tradisi Meugang di desa biasanya berlangsung satu hari sebelum bulan Ramadhan atau hari raya tiba.
Baca juga:BGN: Lebih dari 2,2 Juta Porsi MBG Disalurkan ke Aceh Pascabencana
Sedangkan di kota berlangsung dua hari sebelum Ramadan atau hari raya. Biasanya masyarakat memasak daging di rumah, setelah itu membawanya ke mesjid untuk makan bersama tetangga dan warga yang lain.
Menurutnya, saat ini banyak warga kehilangan ternak akibat banjir dan longsor. Karena itu, ia mengusulkan pemerintah pusat membantu menjamin ketersediaan dan stabilitas stok daging sapi untuk Meugang.
"Sebentar lagi kita menjalankan Ramadan Pak. Aceh kalau tidak Meugang, tidak makan daging, rasanya nggak Ramadan Pak," kata Mualem dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).
Meugang yang dimaksud Mualem merupakan tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat dan yatim piatu oleh masyarakat Aceh. Tradisi Meugang di desa biasanya berlangsung satu hari sebelum bulan Ramadhan atau hari raya tiba.
Baca juga:BGN: Lebih dari 2,2 Juta Porsi MBG Disalurkan ke Aceh Pascabencana
Sedangkan di kota berlangsung dua hari sebelum Ramadan atau hari raya. Biasanya masyarakat memasak daging di rumah, setelah itu membawanya ke mesjid untuk makan bersama tetangga dan warga yang lain.