home global news

Sejarah Berulang di Venezuela: Ambisi Minyak di Balik 'Wajah Ganda' Amerika Serikat

Ahad, 04 Januari 2026 - 08:34 WIB
Sejarah Berulang di Venezuela: Ambisi Minyak di Balik 'Wajah Ganda' Amerika Serikat
Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID-Dunia kembali disuguhi sebuah tragedi geopolitik yang mengoyak rasa keadilan. Langkah agresif Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump yang melancarkan tekanan masif terhadap Venezuela, hingga menargetkan Presiden Nicolás Maduro, bukanlah sekadar penegakan hukum internasional. Ini adalah pelanggaran kedaulatan yang nyata dan merupakan repetisi dari sejarah kelam imperialisme modern.

Tindakan Washington yang seolah menjadi "polisi dunia" ini harus dilihat dengan kacamata kritis. Pola yang dimainkan sangat mudah ditebak: ketika Amerika Serikat (AS) hendak mencengkeram kedaulatan suatu negara, mesin propaganda mereka akan bekerja lebih dulu menebar fitnah demi meraih simpati dan legitimasi global.

Dejavu Irak: Fitnah Senjata Pemusnah Massal



Publik tentu belum lupa dengan skenario usang yang dimainkan AS saat menghancurkan Irak. Kala itu, di bawah Presiden George W. Bush, AS bersama sekutunya Inggris, membangun narasi bahwa Saddam Hussein adalah ancaman global. Tuduhan tak main-main dilontarkan: kepemilikan senjata pemusnah massal (kimia, biologi, nuklir) serta hubungan erat dengan Al-Qaeda.

Dua tuduhan besar itulah yang menjadi tiket bagi Washington dan London pada 2003 untuk menginvasi Irak dan menggulingkan Saddam Hussein. Namun, sejarah mencatat ironi yang memalukan. Saat Saddam diadili dan dijatuhi hukuman mati, dakwaannya bergeser pada kejahatan terhadap rakyatnya sendiri, bukan lagi soal senjata pemusnah massal yang digembar-gemborkan di awal invasi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya