Mengenal Universitas Nizamiyah, Episentrum Kejayaan Peradaban Islam
Muhajirin
Senin, 11 Oktober 2021 - 12:41 WIB
Sisa bangunan Universitas Nizamiyah (foto: istimewa)
Peradaban Islam dibangun dengan ilmu pengetahuan. Meski pada masa awal tidak ada tempat khusus untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan budaya, Rasulullah membentuk kelompok belajar di Masjid.
Setelah Islam menyebar ke berbagai penjuru dunia, majelis-majelis ilmu turut digelar di istana khalifah dan rumah para menteri. Area kerja dan pertanian diubah menjadi pusat ilmiah, budaya, dan sastra. Tradisi keilmuan Islam melahirkan banyak ilmuwan hebat.
Budaya belajar umat Islam mengakar tanpa strata sosial. Tuan maupun budak sibuk belajar. Beberapa tuan bahkan mengajari budaknya sastra, sejarah, dan berbagai cabang ilmu lain.
Zubaidah, istri Harun Ar-Rasyid, memiliki ratusan budak perempuan dan semuanya hafal Al-Qur’an. Dipagi hari mereka membaca Al-Qur’an, hingga suara mereka terdengar hingga ke sudut-sudut istana.
Kemudian pada tahap berikutnya, sekolah Islam, universitas, dan pusat penelitian didirikan. Beberapa sejarawan seperti Ibnu Al-Hakam percaya bahwa Universitas Nizamiyah di Baghdad merupakan perguruan tinggi pertama bagi umat Islam. Universitas itu didirikan oleh Nizam al-Mulk, Wazir atau Perdana Menteri dari Sultan Malik Syah, Khalifah dari Dinasti Seljuk.
Sejarawan juga mencatat pendirian Bayt Al-Hikmah pada masa Harun Ar-Rasyid. Tempat itu merupakan perpustakaan yang menjadi pusat aktivitas ilmiah.
Baca Juga: Bayt Al-Hikmah, Jejak Kemajuan Sains di Masa Keemasan Islam
Setelah Islam menyebar ke berbagai penjuru dunia, majelis-majelis ilmu turut digelar di istana khalifah dan rumah para menteri. Area kerja dan pertanian diubah menjadi pusat ilmiah, budaya, dan sastra. Tradisi keilmuan Islam melahirkan banyak ilmuwan hebat.
Budaya belajar umat Islam mengakar tanpa strata sosial. Tuan maupun budak sibuk belajar. Beberapa tuan bahkan mengajari budaknya sastra, sejarah, dan berbagai cabang ilmu lain.
Zubaidah, istri Harun Ar-Rasyid, memiliki ratusan budak perempuan dan semuanya hafal Al-Qur’an. Dipagi hari mereka membaca Al-Qur’an, hingga suara mereka terdengar hingga ke sudut-sudut istana.
Kemudian pada tahap berikutnya, sekolah Islam, universitas, dan pusat penelitian didirikan. Beberapa sejarawan seperti Ibnu Al-Hakam percaya bahwa Universitas Nizamiyah di Baghdad merupakan perguruan tinggi pertama bagi umat Islam. Universitas itu didirikan oleh Nizam al-Mulk, Wazir atau Perdana Menteri dari Sultan Malik Syah, Khalifah dari Dinasti Seljuk.
Sejarawan juga mencatat pendirian Bayt Al-Hikmah pada masa Harun Ar-Rasyid. Tempat itu merupakan perpustakaan yang menjadi pusat aktivitas ilmiah.
Baca Juga: Bayt Al-Hikmah, Jejak Kemajuan Sains di Masa Keemasan Islam