Potret Indah Toleransi: Kristofora, Mahasiswi Katolik Asal NTT Jadi Lulusan Terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun
Tim langit 7
Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:35 WIB
Potret Indah Toleransi: Kristofora, Mahasiswi Katolik Asal NTT Jadi Lulusan Terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun
LANGIT7.ID-Jakarta; Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi. Hal ini terbukti dalam gelaran wisuda UMMAD tahun 2025 yang berlangsung akhir bulan lalu, di mana seorang mahasiswi non-Muslim asal Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik.
Wisudawan tersebut adalah Kristofora Karolina Kewa, S.Kes., atau yang akrab disapa Olin. Meski UMMAD adalah kampus berbasis Islam, Olin yang merupakan pemeluk agama Katolik merasa kehadirannya sangat diterima dengan hangat.
Nyaman di Lingkungan Kampus yang Toleran
Olin, yang mulai berkuliah pada tahun 2021, mengungkapkan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Kota Pendekar ini.
"Selama saya kuliah di UMMAD, tidak ada pengaruh negatif sebagai mahasiswa non-Muslim. Saya merasa diterima dengan baik, baik oleh dosen maupun teman-teman mahasiswa," terang Olin dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Menurut putri dari pasangan Polikarpus Wolo Ketoj dan Helena Wasi Gokok ini, lingkungan kampus sangat terbuka. Dosen bersikap profesional dan adil tanpa membedakan latar belakang agama.
Wisudawan tersebut adalah Kristofora Karolina Kewa, S.Kes., atau yang akrab disapa Olin. Meski UMMAD adalah kampus berbasis Islam, Olin yang merupakan pemeluk agama Katolik merasa kehadirannya sangat diterima dengan hangat.
Nyaman di Lingkungan Kampus yang Toleran
Olin, yang mulai berkuliah pada tahun 2021, mengungkapkan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Kota Pendekar ini.
"Selama saya kuliah di UMMAD, tidak ada pengaruh negatif sebagai mahasiswa non-Muslim. Saya merasa diterima dengan baik, baik oleh dosen maupun teman-teman mahasiswa," terang Olin dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Menurut putri dari pasangan Polikarpus Wolo Ketoj dan Helena Wasi Gokok ini, lingkungan kampus sangat terbuka. Dosen bersikap profesional dan adil tanpa membedakan latar belakang agama.