Update Penanganan Darurat dan Pemulihan Bencana Sumatera di Berbagai Sektor
Lusi mahgriefie
Senin, 19 Januari 2026 - 11:38 WIB
Ilustrasi: ist
Penanganan darurat dan pemulihan bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara masih terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kondisi terbaru yang terpantau hingga Kamis, 15 Januari 2026.
Upaya terpadu lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal.
Laporan terkini dimulai dengan tidak ada peningkatan jumlah korban jiwa. Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.190 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 141 orang. Jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 131.521 jiwa.
Mengenai jumlah pengungsi, kini menunjukan tren penurunan yang signifikan. Sebanyak 64.021 jiwa telah kembali ke lingkungan asalnya. Percepatan pembangunan hunian sementara (huntara).
"Pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan serta pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan agar semakin kondusif untuk dihuni Kembali," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).
Baca juga: BNPB Kebut Pembangunan Hunian Sementara di Kabupaten Agam dengan Menambah Jumlah Personel
Lalu persoalan infrastruktur, seperti pemasangan jembatan "Totor Darus" atau Jembatan Darus di Kabupaten Bener Meriah yang menghubungkan Kecamatan Bener Kelipah dan Kecamatan Permata, telah selesai pada Rabu, 14 Januari lalu. Sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Upaya terpadu lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal.
Laporan terkini dimulai dengan tidak ada peningkatan jumlah korban jiwa. Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.190 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 141 orang. Jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 131.521 jiwa.
Mengenai jumlah pengungsi, kini menunjukan tren penurunan yang signifikan. Sebanyak 64.021 jiwa telah kembali ke lingkungan asalnya. Percepatan pembangunan hunian sementara (huntara).
"Pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan serta pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan agar semakin kondusif untuk dihuni Kembali," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).
Baca juga: BNPB Kebut Pembangunan Hunian Sementara di Kabupaten Agam dengan Menambah Jumlah Personel
Lalu persoalan infrastruktur, seperti pemasangan jembatan "Totor Darus" atau Jembatan Darus di Kabupaten Bener Meriah yang menghubungkan Kecamatan Bener Kelipah dan Kecamatan Permata, telah selesai pada Rabu, 14 Januari lalu. Sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.