home masjid

Strategi Setan Menggeser Amalan Utama Menuju Amalan Marjuh

Senin, 26 Januari 2026 - 16:00 WIB
Beribadah bukan sekadar melakukan apa yang kita suka, melainkan melakukan apa yang paling dituntut oleh Allah dalam situasi tertentu. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID- Dalam kronik peperangan spiritual yang dipetakan oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al Jibrin melalui kitab Minhajul Muslim Bainal Ilmi wal Amal, kita diajak melihat sosok setan sebagai ahli strategi yang amat sabar.

Jika seorang hamba telah lolos dari jerat syirik, bid'ah, dosa besar, dosa kecil, hingga perkara mubah yang melalaikan, setan tidak akan lantas menyerah. Ia beralih ke taktik yang jauh lebih intelektual dan halus pada tahapan keenam: pengalihan prioritas amalan.

Di tahap ini, setan tidak lagi membujuk manusia untuk berbuat jahat. Sebaliknya, ia mendorong manusia untuk berbuat baik, namun dengan satu jebakan krusial: melakukan amalan yang nilainya lebih rendah (marjuh) sambil meninggalkan amalan yang jauh lebih utama dan mendesak (rajih). Inilah bentuk sabotase spiritual yang sering kali luput dari radar kewaspadaan para ahli ibadah sekalipun.

Al Jibrin memotret fenomena ini dengan sangat tajam. Setan akan menyibukkan seorang penuntut ilmu dengan cabang-cabang pengetahuan yang tidak memiliki urgensi atau tidak bermanfaat secara praktis bagi imannya, sehingga ia kehilangan kesempatan untuk mempelajari ilmu yang benar-benar wajib (fardhu ain).

Dalam aspek finansial, setan mengarahkan seseorang untuk mendermakan hartanya pada hal-hal yang tampak baik namun kurang signifikan dampaknya, sementara ada kebutuhan umat yang jauh lebih darurat yang ia abaikan.

Salah satu pergeseran prioritas yang paling sering terjadi adalah ketika setan membujuk seseorang untuk lebih mencintai ibadah qashirah dibandingkan ibadah muta’addiyah.

Ibadah qashirah adalah amalan yang manfaatnya hanya kembali kepada si pelaku saja, seperti memperbanyak shalat sunnah atau dzikir pribadi di saat lingkungan sekitarnya membutuhkan ibadah muta’addiyah. Ibadah jenis kedua ini memiliki manfaat luas bagi orang lain, seperti berdakwah, mengajarkan ilmu, atau amar maruf nahi munkar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya