Indonesia Hadirkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat Pertama Dunia di Mesir, Wujudkan Literasi Inklusif
Esti setiyowati
Ahad, 01 Februari 2026 - 14:00 WIB
Santri Darul Ashom, pesantren untuk teman tuli di Yogyakarta, tengah belajar membaca Al Quran dengan bahasa isyarat. Foto: LANGIT7.ID
Indonesia mencatatkan sejarah di Kairo dengan memamerkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat 30 juz pertama di dunia untuk teman tuli dan wicara. Kehadiran mushaf Al-Qur'an isyarat itu menarik perhatian pengunjung internasional di Paviliun Indonesia di Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 di Kairo, Mesir, Rabu (28/1/2026 lalu.
Melengkapi koleksi Mushaf Standar Indonesia (MSI), Al-Qur’an Terjemah, dan Braille, kehadiran Mushaf Al-Qur’an Isyarat memperkuat jajaran inovasi literasi religi nasional.
Baca juga: Darul A’shom, Pesantren Al-Qur'an untuk Teman Tuli di Yogyakarta
Disusun dalam dua jilid, mushaf ini menjadi sarana inklusif agar penyandang tuna rungudan wicara dapat berinteraksi dengan Al-Qur’an secara utuh dan bermartabat.
Pengunjung pameran terlihat antusias saat peraga memandu sesi belajar Mushaf Isyarat secara langsung, bahkan mengaku tertarik untuk mendalami mushaf inovatif ini.
Penyerahan 50 Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada Rektor Universitas Al-Azhar yang disaksikan oleh Menteri Agama RI menegaskan peran Indonesia sebagai pionir layanan inklusif dunia.
Anggota Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag sekaligus penyusun Mushaf Al-Qur’an Isyarat, Ida Zulfiya Choiruddin menyatakan bahwa pendistribusian ini bertujuan agar manfaat mushaf 30 juz pertama di dunia tersebut dapat dirasakan oleh komunitas disabilitas rungu di berbagai negara.
Melengkapi koleksi Mushaf Standar Indonesia (MSI), Al-Qur’an Terjemah, dan Braille, kehadiran Mushaf Al-Qur’an Isyarat memperkuat jajaran inovasi literasi religi nasional.
Baca juga: Darul A’shom, Pesantren Al-Qur'an untuk Teman Tuli di Yogyakarta
Disusun dalam dua jilid, mushaf ini menjadi sarana inklusif agar penyandang tuna rungudan wicara dapat berinteraksi dengan Al-Qur’an secara utuh dan bermartabat.
Pengunjung pameran terlihat antusias saat peraga memandu sesi belajar Mushaf Isyarat secara langsung, bahkan mengaku tertarik untuk mendalami mushaf inovatif ini.
Penyerahan 50 Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada Rektor Universitas Al-Azhar yang disaksikan oleh Menteri Agama RI menegaskan peran Indonesia sebagai pionir layanan inklusif dunia.
Anggota Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag sekaligus penyusun Mushaf Al-Qur’an Isyarat, Ida Zulfiya Choiruddin menyatakan bahwa pendistribusian ini bertujuan agar manfaat mushaf 30 juz pertama di dunia tersebut dapat dirasakan oleh komunitas disabilitas rungu di berbagai negara.