Djokovic Kirim Pesan untuk Nadal dalam Pidato Usai Kekalahan di Australia Open: Rasanya Tidak Adil, 2 Lawan 1
Sururi al faruq
Senin, 02 Februari 2026 - 08:27 WIB
Djokovic Kirim Pesan untuk Nadal dalam Pidato Usai Kekalahan di Australia Open: Rasanya Tidak Adil, 2 Lawan 1
LANGIT7.ID-Melbourne; Carlos Alcaraz telah menjadi pemain termuda yang merampungkan "Career Grand Slam" setelah mengalahkan Novak Djokovic di final Australia Open.
Petenis Spanyol itu bangkit dari ketinggalan di set pembuka untuk menang dengan skor 2-6, 6-2, 6-3, 7-5, meraih pencapaian bersejarah itu di usia baru 22 tahun.
Gelar terbarunya ini menjadikan totalnya tujuh gelar major, menyamai rekor yang dipegang oleh John McEnroe dan Mats Wilander.
Pencapaian Alcaraz ini disaksikan langsung oleh rekan senegaranya, juara 22 Grand Slam, Rafael Nadal, yang hadir dari tribun penonton. Kehadiran Nadal ini seperti menjadi gangguan dalam pikiran Djokovic hingga namanya disebut sebut.
Dalam pidato runner-up-nya, Djokovic menyebut nama Nadal dan mengakui kehadirannya di Rod Laver Arena sebagai sesuatu yang aneh.
Petenis Serbia berusia 38 tahun itu menyatakan: “Saya harus berterima kasih kepada tim saya karena bertahan bersama saya dan memberi dukungan,” ujarnya.
“Perjalanannya tidak selalu mulus, dan memang tidak pernah mulus. Tapi kalianlah penopang dan andalan saya. Kalian telah melihat sisi terburuk dan terbaik saya dalam beberapa tahun terakhir, terutama tiga pekan terakhir ini, dan kesuksesan ini tentu juga adalah kesuksesan kalian.”
Petenis Spanyol itu bangkit dari ketinggalan di set pembuka untuk menang dengan skor 2-6, 6-2, 6-3, 7-5, meraih pencapaian bersejarah itu di usia baru 22 tahun.
Gelar terbarunya ini menjadikan totalnya tujuh gelar major, menyamai rekor yang dipegang oleh John McEnroe dan Mats Wilander.
Pencapaian Alcaraz ini disaksikan langsung oleh rekan senegaranya, juara 22 Grand Slam, Rafael Nadal, yang hadir dari tribun penonton. Kehadiran Nadal ini seperti menjadi gangguan dalam pikiran Djokovic hingga namanya disebut sebut.
Dalam pidato runner-up-nya, Djokovic menyebut nama Nadal dan mengakui kehadirannya di Rod Laver Arena sebagai sesuatu yang aneh.
Petenis Serbia berusia 38 tahun itu menyatakan: “Saya harus berterima kasih kepada tim saya karena bertahan bersama saya dan memberi dukungan,” ujarnya.
“Perjalanannya tidak selalu mulus, dan memang tidak pernah mulus. Tapi kalianlah penopang dan andalan saya. Kalian telah melihat sisi terburuk dan terbaik saya dalam beberapa tahun terakhir, terutama tiga pekan terakhir ini, dan kesuksesan ini tentu juga adalah kesuksesan kalian.”