Biaya Pendidikan Naik 30 Persen, Simak Strategi Jitu Allianz Syariah Siapkan Dana Sekolah Anak
Tim langit 7
Senin, 09 Februari 2026 - 12:26 WIB
Biaya Pendidikan Naik 30 Persen, Simak Strategi Jitu Allianz Syariah Siapkan Dana Sekolah Anak
LANGIT7.ID-Jakarta; Tantangan ekonomi bagi keluarga Indonesia kian nyata di tahun 2026. Kenaikan biaya pendidikan yang terjadi secara struktural, ditambah dengan ketidakpastian ekonomi global, menuntut para orang tua, khususnya Ibu, untuk memiliki strategi perencanaan keuangan yang jauh lebih disiplin dan terproteksi.
Merujuk data Buku Statistik Penunjang Pendidikan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi lonjakan biaya pendidikan yang signifikan. Rata-rata biaya pendidikan untuk jenjang SMA/SMK tercatat meningkat lebih dari 30 persen dalam periode tahun ajaran 2020/2021 hingga 2023/2024. Kenaikan ini jauh melampaui kenaikan pendapatan rata-rata keluarga, menjadikan pendidikan anak sebagai pos pengeluaran yang semakin rentan jika hanya mengandalkan arus kas bulanan.
Situasi ini diperberat oleh kondisi makroekonomi yang dinamis. Data World Uncertainty Index mencatat ketidakpastian ekonomi Indonesia sempat menyentuh level 1,10 pada kuartal II 2025. Angka ini merupakan level tertinggi sejak indeks tersebut mulai dicatat pada tahun 1952. Tanpa mekanisme perlindungan (proteksi) yang memadai, keluarga Indonesia berisiko menghadapi dilema sulit antara mempertahankan kualitas pendidikan anak atau menjaga stabilitas finansial dapur.
Peran Sentral Ibu dan Solusi Syariah
Di tengah himpitan tersebut, peran seorang Ibu menjadi sangat krusial. Laporan World Bank bertajuk “The Care Economy in Indonesia” (2024) menyoroti bahwa Ibu adalah pengasuh utama dengan rata-rata waktu mengasuh mencapai 13,7 jam per hari. Beban ganda ini membuat Ibu membutuhkan instrumen keuangan yang praktis namun mampu menjamin kepastian masa depan anak.
Merespons kecemasan tersebut, Allianz Syariah memperkenalkan AlliSya Cerdas, sebuah produk asuransi jiwa dwiguna syariah. Produk ini dirancang khusus untuk memitigasi risiko putus sekolah akibat kendala biaya atau musibah yang menimpa orang tua.
Merujuk data Buku Statistik Penunjang Pendidikan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi lonjakan biaya pendidikan yang signifikan. Rata-rata biaya pendidikan untuk jenjang SMA/SMK tercatat meningkat lebih dari 30 persen dalam periode tahun ajaran 2020/2021 hingga 2023/2024. Kenaikan ini jauh melampaui kenaikan pendapatan rata-rata keluarga, menjadikan pendidikan anak sebagai pos pengeluaran yang semakin rentan jika hanya mengandalkan arus kas bulanan.
Situasi ini diperberat oleh kondisi makroekonomi yang dinamis. Data World Uncertainty Index mencatat ketidakpastian ekonomi Indonesia sempat menyentuh level 1,10 pada kuartal II 2025. Angka ini merupakan level tertinggi sejak indeks tersebut mulai dicatat pada tahun 1952. Tanpa mekanisme perlindungan (proteksi) yang memadai, keluarga Indonesia berisiko menghadapi dilema sulit antara mempertahankan kualitas pendidikan anak atau menjaga stabilitas finansial dapur.
Peran Sentral Ibu dan Solusi Syariah
Di tengah himpitan tersebut, peran seorang Ibu menjadi sangat krusial. Laporan World Bank bertajuk “The Care Economy in Indonesia” (2024) menyoroti bahwa Ibu adalah pengasuh utama dengan rata-rata waktu mengasuh mencapai 13,7 jam per hari. Beban ganda ini membuat Ibu membutuhkan instrumen keuangan yang praktis namun mampu menjamin kepastian masa depan anak.
Merespons kecemasan tersebut, Allianz Syariah memperkenalkan AlliSya Cerdas, sebuah produk asuransi jiwa dwiguna syariah. Produk ini dirancang khusus untuk memitigasi risiko putus sekolah akibat kendala biaya atau musibah yang menimpa orang tua.