LANGIT7.ID-Jakarta; Tantangan ekonomi bagi keluarga Indonesia kian nyata di tahun 2026. Kenaikan biaya pendidikan yang terjadi secara struktural, ditambah dengan ketidakpastian ekonomi global, menuntut para orang tua, khususnya Ibu, untuk memiliki strategi perencanaan keuangan yang jauh lebih disiplin dan terproteksi.
Merujuk data Buku Statistik Penunjang Pendidikan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi lonjakan biaya pendidikan yang signifikan. Rata-rata biaya pendidikan untuk jenjang SMA/SMK tercatat meningkat lebih dari 30 persen dalam periode tahun ajaran 2020/2021 hingga 2023/2024. Kenaikan ini jauh melampaui kenaikan pendapatan rata-rata keluarga, menjadikan pendidikan anak sebagai pos pengeluaran yang semakin rentan jika hanya mengandalkan arus kas bulanan.
Situasi ini diperberat oleh kondisi makroekonomi yang dinamis. Data World Uncertainty Index mencatat ketidakpastian ekonomi Indonesia sempat menyentuh level 1,10 pada kuartal II 2025. Angka ini merupakan level tertinggi sejak indeks tersebut mulai dicatat pada tahun 1952. Tanpa mekanisme perlindungan (proteksi) yang memadai, keluarga Indonesia berisiko menghadapi dilema sulit antara mempertahankan kualitas pendidikan anak atau menjaga stabilitas finansial dapur.
Peran Sentral Ibu dan Solusi SyariahDi tengah himpitan tersebut, peran seorang Ibu menjadi sangat krusial. Laporan World Bank bertajuk “The Care Economy in Indonesia” (2024) menyoroti bahwa Ibu adalah pengasuh utama dengan rata-rata waktu mengasuh mencapai 13,7 jam per hari. Beban ganda ini membuat Ibu membutuhkan instrumen keuangan yang praktis namun mampu menjamin kepastian masa depan anak.
Merespons kecemasan tersebut, Allianz Syariah memperkenalkan AlliSya Cerdas, sebuah produk asuransi jiwa dwiguna syariah. Produk ini dirancang khusus untuk memitigasi risiko putus sekolah akibat kendala biaya atau musibah yang menimpa orang tua.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Elmie A. Najas, menjelaskan bahwa pendekatan produk ini didasarkan pada prinsip tolong-menolong (ta’awun) dan Maqasid Syariah, yakni menjaga keberlangsungan akal dan keturunan melalui pendidikan.
“Fokus Allianz Syariah adalah menghadirkan perlindungan berbasis syariah yang relevan. AlliSya Cerdas kami rancang sederhana namun bermakna: ada perlindungan jiwa jika risiko terjadi, dan ada manfaat tunai yang membantu keluarga menjaga rencana pendidikan anak tetap berjalan,” ujar Elmie di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Skema Proteksi dan Manfaat TunaiBerbeda dengan tabungan biasa, AlliSya Cerdas menawarkan struktur manfaat yang diselaraskan dengan siklus sekolah anak. Produk ini memberikan perlindungan selama 11 tahun dengan masa pembayaran kontribusi (premi) yang fleksibel, yakni pilihan 3 atau 5 tahun.
Keunggulan utamanya terletak pada manfaat tunai terjadwal (tahapan) yang cair di momen krusial:
1. Akhir tahun polis ke-8: Peserta menerima manfaat tunai sebesar 40 persen dari total kontribusi yang ditentukan.
2. Akhir tahun polis ke-11: Peserta menerima sisa manfaat tunai sebesar 80 persen, sekaligus menandai berakhirnya polis.
Total manfaat tunai ini dirancang untuk menutup biaya masuk jenjang pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.
Dari sisi proteksi risiko, jika pemegang polis meninggal dunia dalam 2 tahun pertama, ahli waris mendapatkan santunan 100 persen kontribusi. Namun, jika risiko terjadi setelah tahun ke-2, manfaat meningkat menjadi 120 persen kontribusi, ditambah pembebasan pembayaran kontribusi selanjutnya.
“Artinya, polis tetap aktif dan dibayarkan oleh Allianz Syariah hingga selesai. Anak sebagai penerima manfaat tetap bisa melanjutkan sekolah sesuai rencana awal,” tambah Elmie.
Selain itu, terdapat perlindungan ganda (200 persen santunan) jika risiko meninggal dunia disebabkan oleh kecelakaan.
Akses Digital dan WakafMenyesuaikan dengan gaya hidup digital para Ibu (mom-digital), produk ini dapat diakses melalui portal optimall.allianz.co.id dengan proses Guaranteed Issuance Offer (GIO) atau tanpa cek medis yang rumit. Dengan kontribusi mulai dari Rp500 ribu per bulan, produk ini menyasar segmen inklusif, mencakup anak mulai usia 1 bulan hingga dewasa usia 50 tahun.
Allianz Syariah juga menyematkan fitur wakaf/sedekah sebesar 0,5 hingga 1 persen dari kontribusi, mempertegas nilai sosial bahwa perencanaan pendidikan anak juga bisa bernilai ibadah bagi sesama.
(lam)