home otomotif

Alasan Honda Prelude Laris Manis Meski Dibanderol dengan Harga Premium

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:10 WIB
Alasan Honda Prelude Laris Manis Meski Dibanderol dengan Harga Premium

LANGIT7.ID-Jakarta; Fenomena ludesnya kuota Honda Prelude di Indonesia menjadi sorotan setelah kendaraan premium seharga hampir Rp 1 miliar tersebut terjual habis hanya dalam hitungan hari. Meskipun berstatus sebagai mobil segmen mewah, permintaan konsumen terhadap sedan ini melampaui ekspektasi PT Honda Prospect Motor (HPM) hingga mengejutkan pihak prinsipal di Jepang.

Keterbatasan suplai menjadi tantangan utama di tengah tingginya minat pasar. Untuk tahun 2026, Indonesia tercatat hanya mendapatkan alokasi sebanyak 100 unit, yang seluruhnya sudah dipesan dalam waktu tiga hari. Lonjakan pesanan yang saat ini mencapai 237 unit membuat antrean mengular panjang, bahkan bagi konsumen yang melakukan pemesanan sekarang, estimasi pengiriman baru bisa terealisasi pada tahun 2028.

Yusak Billy selaku Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) mengungkapkan bahwa mayoritas pembeli model ini bukan berasal dari kalangan loyalis merek tersebut. Karakteristik konsumennya adalah para pencinta otomotif yang telah memiliki kemandirian finansial.

"Loyalis Honda 40 persen aja sebetulnya, semua antusias mobil itu suka banget sama Prelude. Jadi istilahnya, kalau kamu beli mobil ini kamu nggak perlu pembuktian apapun," ujar Billy saat di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (12/2/2026).

Kecepatan penjualan ini diakui Billy sangat luar biasa karena dalam satu hari saja 40 unit langsung terpesan. Situasi tersebut memaksa HPM untuk meminta tambahan kuota guna mengakomodasi permintaan yang membludak.

"Iya, iya (mengejutkan). Karena itu dalam sehari 40 unit habis. Terus setelahnya dapat tambahan 60 unit, karena pesanan ketika itu sudah 100 unit lebih. Oh, itu pun iya (prinsipal kaget dengar penjualan Prelude di Indonesia)," tuturnya.

Mengenai daftar tunggu yang semakin panjang, Billy menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengupayakan negosiasi agar jadwal pengiriman bisa dipercepat. Hal ini dilakukan mengingat keterbatasan jatah tahunan yang diberikan untuk pasar Indonesia.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya