home masjid

Bagaimana Al-Qur'an Memandu Kehidupan Berbangsa dan Bernegara?

Senin, 23 Februari 2026 - 06:00 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengisi tausiyah di Masjid Kampus UGM pada Ahad, 22 Februari 2026. Foto: RDK UGM.
Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah untuk mengenyangkanspiritualitas.

Hal tersebut diungkap Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam mimbar Ramadhan Public Lecture di Masjid Kampus UGM pada Ahad, 22 Februari 2026.

Mengangkat tema "Bagaimana Al-Qur'an Memandu Kehidupan Bernegara?", Dahnil Anzar menarik dari esensi berpuasa.

Baca juga: Membangun Pendidikan Karakter, Meneladani Akhlakul Karimah untuk Masa Depan Indonesia

Ia menyitir ungkapan Khalil Gibran yang menyebutkan bahwa puasa sejatinya adalah jalan untuk mengenyangkan ruhani dan batin melalui rasa lapar fisik.

"Dari rasa lapar itulah, muncul kesabaran yang melahirkan empati serta simpati. Nilai kesabaran inilah yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan kita sebagai warga negara," ungkap Dahnil Anzar di rangkaian acara Ramadhan di Kampus UGM.

Dalam memahami eksistensi negara, Al-Qur'an memberikan panduan yang bersifat prinsipil melalui Surah Al-Hujurat ayat 13.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya