Silaturahmi Lintas Negara
Dari Ras Al Khaimah ke Doha, Perjalanan Menjemput Hangatnya Ramadhan di Timur Tengah (2)
Redaksi
Kamis, 26 Februari 2026 - 08:00 WIB
Riri Anggraheni dalam perjalanan spiritualnya ke Tanah Suci. Foto: dok pribadi.
Ras Al Khaimah menjadi bab berikutnya. Di apartemen kecil saya di Royal Breeze dengan balkon menghadap pantai, Ramadhan terasa lebih hangat dari yang saya bayangkan.
Teman-teman sekantor dari Indonesia sering datang membawa bahan masakan: sambal, tempe, rendang yang kami modifikasi dengan rasa Timur Tengah.
Kami memasak bersama, tertawa, dan berbuka dengan menu yang campur adukānasi putih berdampingan dengan hummus dan grilled lamb.
Baca juga: Ramadhan di Garis Bujur Berbeda - Dari Sahara hingga Sukhumvit (1)
Yang paling mengharukan: rekan kerja non-Muslim pun ikut bergabung. Mereka datang membawa dessert dan soda, atau sekadar ingin merasakan kebersamaan. Tidak ada sekat. Tidak ada ceramah. Hanya meja panjang, piring-piring penuh, dan cerita tentang rumah yang jauh.
Ramadan di UAE mengajarkan saya bahwa identitas bisa lentur. Bahwa menjadi Indonesia di Timur Tengah berarti membawa nilai gotong royong ke tanah yang berbeda.
Teman-teman sekantor dari Indonesia sering datang membawa bahan masakan: sambal, tempe, rendang yang kami modifikasi dengan rasa Timur Tengah.
Kami memasak bersama, tertawa, dan berbuka dengan menu yang campur adukānasi putih berdampingan dengan hummus dan grilled lamb.
Baca juga: Ramadhan di Garis Bujur Berbeda - Dari Sahara hingga Sukhumvit (1)
Yang paling mengharukan: rekan kerja non-Muslim pun ikut bergabung. Mereka datang membawa dessert dan soda, atau sekadar ingin merasakan kebersamaan. Tidak ada sekat. Tidak ada ceramah. Hanya meja panjang, piring-piring penuh, dan cerita tentang rumah yang jauh.
Ramadan di UAE mengajarkan saya bahwa identitas bisa lentur. Bahwa menjadi Indonesia di Timur Tengah berarti membawa nilai gotong royong ke tanah yang berbeda.