Saudi Airlines Batalkan Jadwal Terbang Akibat Eskalasi US-Israel vs Iran
Esti setiyowati
Ahad, 01 Maret 2026 - 10:53 WIB
Saudi Airlines Batalkan Jadwal Terbang Akibat Eskalasi Militer Iran-Israel. Foto: Pexels/Jeffry Surianto.
Maskapai Saudi Airlines secara resmi mengumumkan pembatalan sejumlah penerbangan internasional menyusul meningkatnya konfrontasi Iran-Israel di kawasan Timur Tengah.
Saudi Airlines melalui unggahan di akun X Saudia Group menegaskan bahwa keputusan tersebut telah sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan.
Baca juga: Konfirmasi Ayatollah Khamenei Tewas, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung
"Sehubungan dengan perkembangan situasi di kawasan dan penutupan wilayah udara, sejumlah penerbangan kami dibatalkan sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan. Pusat koordinasi darurat terus memantau perkembangan bersama pihak terkait," demikian pernyataan resmi Saudia, dikutip Ahad (1/3/2026).
Pihak maskapai mengimbau para penumpang untuk terus memantau status penerbangan mereka secara berkala sebelum menuju bandara.
Dilansir dari Anadolu, dampak konflik ini meluas hingga ke negara tetangga. Situs pelacak penerbangan Flightradar24 melaporkan bahwa Bandara Internasional Muscat di Oman telah ditutup sementara.
Langkah pencegahan serupa juga diambil oleh sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab, Suriah, Kuwait, Qatar, dan Irak yang mulai memberlakukan pembatasan wilayah udara guna menghindari zona konflik.
Saudi Airlines melalui unggahan di akun X Saudia Group menegaskan bahwa keputusan tersebut telah sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan.
Baca juga: Konfirmasi Ayatollah Khamenei Tewas, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung
"Sehubungan dengan perkembangan situasi di kawasan dan penutupan wilayah udara, sejumlah penerbangan kami dibatalkan sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan. Pusat koordinasi darurat terus memantau perkembangan bersama pihak terkait," demikian pernyataan resmi Saudia, dikutip Ahad (1/3/2026).
Pihak maskapai mengimbau para penumpang untuk terus memantau status penerbangan mereka secara berkala sebelum menuju bandara.
Dilansir dari Anadolu, dampak konflik ini meluas hingga ke negara tetangga. Situs pelacak penerbangan Flightradar24 melaporkan bahwa Bandara Internasional Muscat di Oman telah ditutup sementara.
Langkah pencegahan serupa juga diambil oleh sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab, Suriah, Kuwait, Qatar, dan Irak yang mulai memberlakukan pembatasan wilayah udara guna menghindari zona konflik.