LANGIT7.ID, - Maskapai
Saudi Airlines secara resmi mengumumkan
pembatalan sejumlah penerbangan internasional menyusul meningkatnya konfrontasi
Iran-Israel di kawasan Timur Tengah.
Saudi Airlines melalui unggahan di akun X
Saudia Group menegaskan bahwa keputusan tersebut telah sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan.
Baca juga: Konfirmasi Ayatollah Khamenei Tewas, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung"Sehubungan dengan perkembangan situasi di kawasan dan penutupan wilayah udara, sejumlah penerbangan kami dibatalkan sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan. Pusat koordinasi darurat terus memantau perkembangan bersama pihak terkait," demikian pernyataan resmi
Saudia, dikutip Ahad (1/3/2026).
Pihak maskapai mengimbau para penumpang untuk terus memantau status penerbangan mereka secara berkala sebelum menuju
bandara.
Dilansir dari Anadolu, dampak konflik ini meluas hingga ke negara tetangga. Situs pelacak penerbangan
Flightradar24 melaporkan bahwa Bandara Internasional Muscat di Oman telah ditutup sementara.
Langkah pencegahan serupa juga diambil oleh sejumlah negara seperti
Uni Emirat Arab,
Suriah,
Kuwait, Qatar, dan
Irak yang mulai memberlakukan pembatasan wilayah udara guna menghindari zona konflik.
Baca juga: Krisis Timur Tengah: Oman Sebut Negosiasi AS-Iran Berakhir dengan 'Kemajuan Signifikan', Namun Belum Ada KesepakatanSerangan "Lion’s Roar" dan Intervensi ASEskalasi ini bermula ketika Israel meluncurkan operasi militer yang disebut sebagai serangan "preemptif" terhadap Iran pada Sabtu pagi.
Operasi dengan sandi "Lion's Roar" tersebut diikuti dengan penetapan status keadaan darurat "khusus dan segera" di seluruh wilayah Israel.
Ketegangan semakin memuncak saat Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa pasukannya telah meluncurkan "operasi tempur besar" di wilayah Iran.
Trump menyatakan bahwa langkah militer ini bertujuan untuk melindungi rakyat Amerika dengan cara melenyapkan ancaman langsung dari rezim Iran.
Ironisnya, ledakan konflik ini terjadi saat Washington dan Teheran sedang dalam proses negosiasi terkait program nuklir Iran dengan mediasi Oman. Padahal, putaran pembicaraan baru saja berakhir di Jenewa pada Kamis lalu.
Baca juga: Harapan Damai Muncul Jelang Perundingan Nuklir Iran dan Amerika Serikat di JenewaSituasi saat ini mengingatkan kembali pada ketegangan Juni lalu, di mana AS juga sempat menyerang tiga situs nuklir Iran selama perang Israel-Iran yang berlangsung selama 12 hari.
Dengan kondisi wilayah udara yang sebagian besar ditutup dan operasi militer yang masih berlangsung, kawasan Timur Tengah kini berada dalam ketidakpastian tinggi.
(est)