CIA Berbulan-bulan Mengintai Ali Khamenei Lalu Mengincarnya untuk Diserang
Lusi mahgriefie
Senin, 02 Maret 2026 - 09:25 WIB
Ali Khamenei (kanan) dan bangunan tempat ia berada yang hancur akibat serangan AS-Israel. Foto: Republic World
Badan intelijen Israel dan Amerika Serikat termasuk CIA selama berbulan-bulan diam-diam mengawasi pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, hingga menanti momen yang tepat untuk menyerang.
Melansir dari CNN Internasional, mereka memantau pola aktivitas harian Khamenei seperti di mana ia tinggal, dengan siapa ia bertemu, bagaimana ia berkomunikasi, dan ke mana ia mungkin akan berlindung jika terancam serangan. Hal ini disampaikan oleh lima orang yang mengetahui masalah ini kepada CNN.
"Mereka juga mengawasi para pemimpin politik dan militer senior Iran, yang jarang berkumpul di tempat yang sama dengan ayatollah, pemimpin tertinggi negara itu selama hampir empat decade," tambah sumber tersebut.
Hingga kemudian selama beberapa hari terakhir, mereka menemukan kesempatan. Para pejabat tinggi Iran, termasuk Khamenei, berencana untuk bertemu pada Sabtu pagi di lokasi terpisah di kompleks Teheran yang merupakan tempat kantor ayatollah, kepresidenan Iran, dan aparat keamanan nasional.
Baca juga:Konfirmasi Ayatollah Khamenei Tewas, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung
Kemudian AS membagikan informasi intelijen tersebut dengan Israel, kata orang-orang yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut kepada Times, dan melanjutkan operasi yang telah mereka rencanakan.
Itu adalah peluang yang menurut beberapa pejabat Israel dan AS terlalu bagus untuk dilewatkan.
Melansir dari CNN Internasional, mereka memantau pola aktivitas harian Khamenei seperti di mana ia tinggal, dengan siapa ia bertemu, bagaimana ia berkomunikasi, dan ke mana ia mungkin akan berlindung jika terancam serangan. Hal ini disampaikan oleh lima orang yang mengetahui masalah ini kepada CNN.
"Mereka juga mengawasi para pemimpin politik dan militer senior Iran, yang jarang berkumpul di tempat yang sama dengan ayatollah, pemimpin tertinggi negara itu selama hampir empat decade," tambah sumber tersebut.
Hingga kemudian selama beberapa hari terakhir, mereka menemukan kesempatan. Para pejabat tinggi Iran, termasuk Khamenei, berencana untuk bertemu pada Sabtu pagi di lokasi terpisah di kompleks Teheran yang merupakan tempat kantor ayatollah, kepresidenan Iran, dan aparat keamanan nasional.
Baca juga:Konfirmasi Ayatollah Khamenei Tewas, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung
Kemudian AS membagikan informasi intelijen tersebut dengan Israel, kata orang-orang yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut kepada Times, dan melanjutkan operasi yang telah mereka rencanakan.
Itu adalah peluang yang menurut beberapa pejabat Israel dan AS terlalu bagus untuk dilewatkan.