Iran Menutup Selat Hormuz, 3 Kapal Tanker Inggris & AS Diserang Saat Coba Melintas
Lusi mahgriefie
Senin, 02 Maret 2026 - 12:37 WIB
Salah satu kapal tanker yang diserang Iran saat melintasi Selat Hormuz. Foto: Jon Gambrell, Associated Press via pbs.org
Serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran berimbas pada penutupan Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran (IRGC) menutup jalur pelayaran strategis itu dan memperingatkan bahwa kawasan tersebut tidak aman, akibat serangan udara AS dan Israel.
Pada Sabtu (28/2) lalu IRGC menyiarkan penutupan selat melalui siaran radio frekuensi tinggi. Melalui siaran itu, merujuk pemberitaan Reuters, Minggu (1/3/2026), IRGC memperingatkan, kapal-kapal tidak akan diizinkan untuk melewati Selat Hormuz.
Iran telah memperingatkan kapal-kapal untuk tidak melewati selat tersebut, yang dilalui sekira 20% minyak dan gas dunia.
Kini pengiriman internasional hampir terhenti di pintu masuk selat tersebut, dengan para analis memperingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan dapat mendorong harga energi lebih tinggi lagi.
Bahkan, IRGC mengatakan ada tiga kapal tanker dari Inggris dan AS telah "terkena rudal dan terbakar" saat berada dekat dengan jalur pelayaran tersebut. Terkait hal ini, Inggris dan AS belum memberikan komentar.
Baca juga:Inggris Izinkan Amerika Gunakan Pangkalan Militer Semata untuk Serangan Defensif
Badan keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengatakan beberapa insiden keamanan telah dilaporkan di seluruh Teluk Arab dan Teluk Oman, dan telah menyarankan kapal-kapal untuk "melintasi dengan hati-hati".
Pada Sabtu (28/2) lalu IRGC menyiarkan penutupan selat melalui siaran radio frekuensi tinggi. Melalui siaran itu, merujuk pemberitaan Reuters, Minggu (1/3/2026), IRGC memperingatkan, kapal-kapal tidak akan diizinkan untuk melewati Selat Hormuz.
Iran telah memperingatkan kapal-kapal untuk tidak melewati selat tersebut, yang dilalui sekira 20% minyak dan gas dunia.
Kini pengiriman internasional hampir terhenti di pintu masuk selat tersebut, dengan para analis memperingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan dapat mendorong harga energi lebih tinggi lagi.
Bahkan, IRGC mengatakan ada tiga kapal tanker dari Inggris dan AS telah "terkena rudal dan terbakar" saat berada dekat dengan jalur pelayaran tersebut. Terkait hal ini, Inggris dan AS belum memberikan komentar.
Baca juga:Inggris Izinkan Amerika Gunakan Pangkalan Militer Semata untuk Serangan Defensif
Badan keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengatakan beberapa insiden keamanan telah dilaporkan di seluruh Teluk Arab dan Teluk Oman, dan telah menyarankan kapal-kapal untuk "melintasi dengan hati-hati".