Diserang AS-Israel: Kemana Rusia dan China, Sekutu Iran?
Lusi mahgriefie
Rabu, 04 Maret 2026 - 08:40 WIB
Sumber: Stimson Center
Dengan Inggris mengizinkan Amerika menggunakan pangkalan udaranya untuk serangan "pertahanan" selama perang AS-Israel dengan Iran. Lalu muncul pertanyaan, dukungan apa yang mungkin diterima Iran dari luar negeri atau sekutunya?
Rusia dan China sama-sama memiliki hubungan diplomatik, perdagangan, dan militer yang kuat dengan Republik Islam Iran, tetapi konflik saat ini akan menyoroti seberapa jauh mereka bersedia mendukungnya.
Respons Moskow terhadap serangan gabungan AS-Israel di Iran sangat keras, tetapi terbatas. Hal ini menandakan kemarahan dan solidaritas dengan Teheran, sambil dengan hati-hati menghindari langkah-langkah yang akan menyeret Rusia langsung ke dalam konfrontasi.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov berbicara tentang "kekecewaan mendalam" bahwa, meskipun ada pembicaraan antara Washington dan Teheran, situasi telah memburuk menjadi agresi terang-terangan. Melansir BBC Rusia, Rabu (4/3/2026).
Moskow, lanjunya, terus berhubungan dengan kepemimpinan Iran dan dengan negara-negara Teluk yang terkena dampak eskalasi tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk apa yang disebutnya sebagai "agresi tanpa provokasi" terhadap Iran oleh AS dan Israel. Pihaknya juga mengecam apa yang dianggapnya sebagai pembunuhan politik dan "perburuan" terhadap para pemimpin negara-negara berdaulat.
Baca juga:Merek-merek Global Tutup Toko di Timur Tengah, Perang Iran vs Amerika-Israel Bikin Kacau Balau
Rusia dan China sama-sama memiliki hubungan diplomatik, perdagangan, dan militer yang kuat dengan Republik Islam Iran, tetapi konflik saat ini akan menyoroti seberapa jauh mereka bersedia mendukungnya.
Respons Moskow terhadap serangan gabungan AS-Israel di Iran sangat keras, tetapi terbatas. Hal ini menandakan kemarahan dan solidaritas dengan Teheran, sambil dengan hati-hati menghindari langkah-langkah yang akan menyeret Rusia langsung ke dalam konfrontasi.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov berbicara tentang "kekecewaan mendalam" bahwa, meskipun ada pembicaraan antara Washington dan Teheran, situasi telah memburuk menjadi agresi terang-terangan. Melansir BBC Rusia, Rabu (4/3/2026).
Moskow, lanjunya, terus berhubungan dengan kepemimpinan Iran dan dengan negara-negara Teluk yang terkena dampak eskalasi tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk apa yang disebutnya sebagai "agresi tanpa provokasi" terhadap Iran oleh AS dan Israel. Pihaknya juga mengecam apa yang dianggapnya sebagai pembunuhan politik dan "perburuan" terhadap para pemimpin negara-negara berdaulat.
Baca juga:Merek-merek Global Tutup Toko di Timur Tengah, Perang Iran vs Amerika-Israel Bikin Kacau Balau