Alcaraz Duel Sengit Lawan Rinderknech di Indian Wells dan Akhirnya Menang Dramatis
Sururi al faruq
Selasa, 10 Maret 2026 - 12:20 WIB
Alcaraz Duel Sengit Lawan Rinderknech di Indian Wells dan Akhirnya Menang Dramatis
LANGIT7.ID-California; Carlos Alcaraz harus bekerja keras untuk bisa melaju ke babak 16 besar Indian Wells Masters 1000 2026. Petenis Spanyol ini akhirnya menang atas petenis tangguh asal Prancis, Arthur Rinderknech, dengan skor 6-7(6), 6-3, 6-2. Pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 15 menit ini sempat membuat khawatir karena Alcaraz mengalami sedikit masalah pada pergelangan kakinya, namun untungnya tidak berlanjut serius.
Rinderknech benar-benar memainkan strateginya dengan baik dan berhasil menekan Alcaraz, bahkan sempat unggul satu set dan satu break. Namun, petenis peringkat satu dunia ini menunjukkan jiwa juangnya yang khas dan berhasil membalikkan keadaan. Lawannya kali ini bermain dengan ritme cepat, memperpendek durasi reli, dan sangat efektif saat berada di net. Strategi itu berjalan mulus sampai akhirnya Alcaraz meningkatkan permainannya dan memaksakan gaya bermainnya sendiri untuk melaju ke babak berikutnya.
Rinderknech Rebut Set Pertama lewat Tiebreak
Pertandingan dimulai dengan servis-servis kuat dari kedua pemain. Yang mengejutkan, justru Rinderknech yang pertama kali mengancam Alcaraz dengan mendapatkan break point di game keempat. Namun, Alcaraz merespons dengan ace di saat krusial untuk menyelamatkan peluang tersebut. Saat kedudukan 3-3, giliran Alcaraz yang memiliki kesempatan 15-40, tapi kali ini Rinderknech bermain agresif dan berani maju ke net untuk menyelamatkan game-nya.
Strategi Rinderknech jelas: membuat reli sependek mungkin dan terus menekan dari depan net untuk mengganggu ritme Alcaraz. Strategi ini berjalan sangat efektif. Rinderknech bahkan kembali mendapat peluang 15-40 saat kedudukan 4-3, namun lagi-lagi Carlos mampu menyelamatkannya dengan sebuah passing shot spektakuler yang membuat skor kembali sama. Banyak peluang break tercipta di kedua sisi, namun tak satu pun berhasil dikonversi hingga saat itu.
Ketatnya pertandingan akhirnya berujung pada tiebreak. Rinderknech menjalankan rencana permainannya dengan sangat baik dan berhasil membuat Alcaraz terdesak. Di tiebreak, Rinderknech unggul cepat berkat double fault Alcaraz dan dua pengembalian bola luar biasa yang membuatnya memimpin 5-2 dengan dua kali servis.
Saat set hampir hilang, Alcaraz mengeluarkan pukulan-pukulan terbaiknya untuk membalikkan keadaan secara dramatis. Ia berhasil memimpin 6-5 setelah meraih empat poin beruntun, namun sayangnya pukulan forehand-nya meleset tipis saat berada di set point. Rinderknech kemudian mengamankan dua servisnya dan unggul 7-6, merebut set pertama di luar dugaan banyak orang. Alcaraz kini harus bangkit jika ingin bertahan di turnamen.
Rinderknech benar-benar memainkan strateginya dengan baik dan berhasil menekan Alcaraz, bahkan sempat unggul satu set dan satu break. Namun, petenis peringkat satu dunia ini menunjukkan jiwa juangnya yang khas dan berhasil membalikkan keadaan. Lawannya kali ini bermain dengan ritme cepat, memperpendek durasi reli, dan sangat efektif saat berada di net. Strategi itu berjalan mulus sampai akhirnya Alcaraz meningkatkan permainannya dan memaksakan gaya bermainnya sendiri untuk melaju ke babak berikutnya.
Rinderknech Rebut Set Pertama lewat Tiebreak
Pertandingan dimulai dengan servis-servis kuat dari kedua pemain. Yang mengejutkan, justru Rinderknech yang pertama kali mengancam Alcaraz dengan mendapatkan break point di game keempat. Namun, Alcaraz merespons dengan ace di saat krusial untuk menyelamatkan peluang tersebut. Saat kedudukan 3-3, giliran Alcaraz yang memiliki kesempatan 15-40, tapi kali ini Rinderknech bermain agresif dan berani maju ke net untuk menyelamatkan game-nya.
Strategi Rinderknech jelas: membuat reli sependek mungkin dan terus menekan dari depan net untuk mengganggu ritme Alcaraz. Strategi ini berjalan sangat efektif. Rinderknech bahkan kembali mendapat peluang 15-40 saat kedudukan 4-3, namun lagi-lagi Carlos mampu menyelamatkannya dengan sebuah passing shot spektakuler yang membuat skor kembali sama. Banyak peluang break tercipta di kedua sisi, namun tak satu pun berhasil dikonversi hingga saat itu.
Ketatnya pertandingan akhirnya berujung pada tiebreak. Rinderknech menjalankan rencana permainannya dengan sangat baik dan berhasil membuat Alcaraz terdesak. Di tiebreak, Rinderknech unggul cepat berkat double fault Alcaraz dan dua pengembalian bola luar biasa yang membuatnya memimpin 5-2 dengan dua kali servis.
Saat set hampir hilang, Alcaraz mengeluarkan pukulan-pukulan terbaiknya untuk membalikkan keadaan secara dramatis. Ia berhasil memimpin 6-5 setelah meraih empat poin beruntun, namun sayangnya pukulan forehand-nya meleset tipis saat berada di set point. Rinderknech kemudian mengamankan dua servisnya dan unggul 7-6, merebut set pertama di luar dugaan banyak orang. Alcaraz kini harus bangkit jika ingin bertahan di turnamen.