Sejarah Masjid Agung Al-Barkah Bekasi, Salah Satu yang Tertua di Indonesia
Fajar adhitya
Kamis, 15 Juli 2021 - 04:05 WIB
Masjid Agung Al-Barkah Bekasi. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Bekasi - Masjid Agung Al-Barkah Bekasi ternyata salah satu masjid tua di Indonesia. Bangunan ini pertama kali dibangun pada 1890 dan sudah direnovasi berulang kali hingga tampak seperti sekarang ini.
Pembangunan masjid tersebut dipelopori H Abd Hamid (Alm) penghulu Lanraad saat itu. Rumah ibadah ini berdiri di atas tanah wakaf Bapak Bachroem (Alm) seluas 3370 meter persegi, terletak di Alun-Alun Kota Bekasi, sekarang bernama Jalan Veteran.
Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Pada tahun 1969 direnovasi total menjadi masjid oleh Bupati MS Subandi (Alm). Renovasi pertama ketika Bekasi menjadi tuan rumah MTQ Jawa Barat 1988.
Ketika itu Kota Bekasi masih menjadi bagian dari Kabupaten Bekasi. Kepala daerah asli Kampung Gabus itu mengajak warga menyumbangkan uang Rp5 untuk renovasi masjid.
Lalu pembangunan selanjutnya dilakukan Bupati Bekasi Abdul Fatah pada 1985 dengan menghabiskan anggaran Rp225 juta. Ketika itu rumah ibadah ini ditetapkan sebagai Masjid Agung Al Barkah Kabupaten Bekasi.
Pada 1997 Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali melakukan renovasi dengan biaya Rp100 juta. Tidak lama terbentuk ada pemekaran daerah, dan terbentuknya Kota Bekasi.
Di zaman Wali Kota Achmad Zurfaih, masjid ini benar-benar dirombak. Pembangunan dilakukan selama empat tahun, mulai 2004 - 2008. Masa itu menjadi renovasi besar-besaran Masjid Agung Al-Barkah Bekasi.
Pembangunan masjid tersebut dipelopori H Abd Hamid (Alm) penghulu Lanraad saat itu. Rumah ibadah ini berdiri di atas tanah wakaf Bapak Bachroem (Alm) seluas 3370 meter persegi, terletak di Alun-Alun Kota Bekasi, sekarang bernama Jalan Veteran.
Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Pada tahun 1969 direnovasi total menjadi masjid oleh Bupati MS Subandi (Alm). Renovasi pertama ketika Bekasi menjadi tuan rumah MTQ Jawa Barat 1988.
Ketika itu Kota Bekasi masih menjadi bagian dari Kabupaten Bekasi. Kepala daerah asli Kampung Gabus itu mengajak warga menyumbangkan uang Rp5 untuk renovasi masjid.
Lalu pembangunan selanjutnya dilakukan Bupati Bekasi Abdul Fatah pada 1985 dengan menghabiskan anggaran Rp225 juta. Ketika itu rumah ibadah ini ditetapkan sebagai Masjid Agung Al Barkah Kabupaten Bekasi.
Pada 1997 Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali melakukan renovasi dengan biaya Rp100 juta. Tidak lama terbentuk ada pemekaran daerah, dan terbentuknya Kota Bekasi.
Di zaman Wali Kota Achmad Zurfaih, masjid ini benar-benar dirombak. Pembangunan dilakukan selama empat tahun, mulai 2004 - 2008. Masa itu menjadi renovasi besar-besaran Masjid Agung Al-Barkah Bekasi.