LANGIT7.ID, Los Angeles,- - Penyanyi pop dunia
Katy Perry mengecam penggunaan lagu hitnya,
"Firework", oleh akun resmi
Gedung Putih di TikTok tanpa izin. Lagu yang selama ini dikenal sebagai simbol harapan dan penyemangat itu digunakan sebagai latar video yang menampilkan rekaman
serangan militer, sehingga memicu reaksi keras dari sang penyanyi.
Melalui unggahan di platform X pada Sabtu (25/7/2026), Perry mengaku terkejut sekaligus marah setelah mengetahui lagu ciptaannya dipakai dalam video yang diunggah akun resmi
@WhiteHouse.Baca juga: Dianggap Sindir Penerbangan Blue Origin Katy Perry, Restoran Cepat Saji Wendy's Buka SuaraVideo tersebut menampilkan cuplikan hitam-putih
operasi militer yang diselaraskan dengan lirik ikonik "
boom, boom, boom" dari lagu "Firework". Unggahan itu disertai keterangan singkat, "
Iran has been warned" atau "Iran telah diperingatkan."
"Saya sangat terkejut dan marah melihat
"Firework" digunakan sebagai musik latar untuk rekaman serangan militer di akun TikTok
@WhiteHouse," tulis Perry.
Pelantun Roar itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan persetujuan atas penggunaan lagu tersebut. Menurutnya, tidak ada pihak dari Gedung Putih yang meminta izin sebelum video itu dipublikasikan.
"Saya tidak pernah menyetujui penggunaan ini, tidak pernah dimintai izin, dan saya sama sekali tidak mendukungnya," tegasnya.
Perry menjelaskan bahwa "Firework" diciptakan sebagai lagu yang membawa pesan harapan, pemulihan, dan kekuatan batin bagi orang-orang yang sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidup.
Ia mengaku kecewa karena makna lagu tersebut justru digunakan untuk mengiringi tayangan yang menampilkan kekerasan dan aksi militer.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Perjalanan Luar Angkasa Katy Perry Bersama Blue Origin"Saya menulis lagu ini sebagai lagu penyemangat bagi mereka yang sedang melalui masa paling gelap dalam hidupnya. Melihat pesan tentang harga diri dan semangat hidup dijadikan latar bagi kehancuran dan kekerasan merupakan pelanggaran terhadap makna yang ingin saya sampaikan melalui lagu ini," ujarnya.
Perry menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa musik seharusnya menjadi sarana untuk menyatukan, bukan merayakan peperangan.
"Musik saya dibuat untuk menyatukan orang, bukan untuk merayakan perang," tulisnya.
Firework dirilis pada 2010 sebagai singel ketiga dari album Teenage Dream dan menjadi salah satu lagu paling sukses dalam karier Katy Perry.
Lagu tersebut sempat menduduki peringkat pertama tangga lagu Billboard Hot 100 selama empat pekan yang tidak berurutan dan hingga kini dikenal sebagai salah satu
anthem pop paling ikonik.
Baca juga: Momen Katy Perry Sujud Syukur Usai Kembali dari Perjalanan Luar AngkasaKaty Perry bukanlah satu-satunya musisi yang memprotes penggunaan karya mereka oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Sebelumnya, Ariana Grande juga mengkritik penggunaan lagunya "Bye" dalam video TikTok Gedung Putih yang mempromosikan operasi penangkapan oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE).
Penyanyi Kesha turut menyampaikan keberatan setelah lagunya "Blow" digunakan tanpa izin dalam video TikTok yang menampilkan pesawat tempur dan cuplikan serangan militer dengan keterangan "Lethality."
Kasus ini kembali memicu perdebatan mengenai penggunaan karya musik berhak cipta dalam konten politik dan pemerintahan, terutama ketika penggunaan tersebut dinilai bertentangan dengan pesan yang ingin disampaikan oleh penciptanya.
(est)