LANGIT7.ID, Jakarta,- -
Bentrokan antarkelompok yang terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan,
Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Ahad (26/7/2026), diduga dipicu perselisihan saat membeli
sarapan di sebuah warung nasi uduk.
Insiden yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB itu berujung pada aksi
perusakan dan
pembakaran sejumlah bangunan semi permanen serta sepeda motor.
Baca juga: Usai Demo Berujung Bentrok di Sidney, Kini di Melbourne Ribuan Orang Turun ke Jalan Tolak Presiden IsraelBerdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika sekelompok orang datang ke lokasi untuk membeli nasi uduk. Namun, diduga terjadi kesalahpahaman antara pembeli dan penjual yang memicu ketegangan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan, kelompok tersebut diduga merasa tidak mendapat pelayanan yang baik. Setelah sempat meninggalkan lokasi, mereka kembali dengan membawa sejumlah rekannya.
"Jadi ada kelompok yang diserang ini datang mau beli
sarapan. Kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi. Kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya, merusak gerobak penjual nasi uduk," kata Roby.
Perusakan terhadap gerobak tersebut kemudian memicu bentrokan yang melibatkan dua kelompok. Situasi dengan cepat memanas hingga mengakibatkan sejumlah bangunan semi permanen dan beberapa sepeda motor terbakar.
Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab pasti bentrokan. Berdasarkan penyelidikan awal, insiden berawal dari perselisihan antara warga dengan sekelompok orang yang menempati lahan kosong di kawasan tersebut.
Baca juga: Bentrokan Sengit di Lebanon, 6 Tentara Israel Tewas dalam Serangan Mendadak HezbollahAkibat bentrokan itu, dua orang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa berdasarkan data awal yang diterima saat proses penanganan berlangsung. '
"Untuk korban jiwa meninggal dunia tidak ada. Ada yang luka dan kami sudah bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis sesegera mungkin," kata dia.
Hingga Ahad sore, penyidik masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab pasti bentrokan.
Selain itu, polisi juga telah mengamankan sejumlah orang untuk dimintai keterangan. Aparat menegaskan belum menetapkan tersangka karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Di tengah beredarnya berbagai informasi di media sosial, kepolisian juga memastikan tidak ada rumah ibadah yang menjadi sasaran perusakan dalam bentrokan tersebut.
Baca juga: Tawuran di Manggarai Tak Kunjung Usai, Ini Penjelasan Psikolog"Tidak ada kejadian bahwa salah satu pihak merusak rumah ibadah. Kami sudah bersama Bapak Ustadz mengonfirmasi dan mengklarifikasi bahwa tidak ada perusakan terhadap rumah ibadah agar warga tidak terprovokasi dengan isu-isu liar," kata Braiel.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. (Sumber: Antara, X)
(est)