Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 26 Juli 2026
home global news detail berita

Muhammadiyah Luruskan Pemahaman Pria Pembawa Spanduk Kontroversial

ahmad zuhdi Ahad, 26 Juli 2026 - 17:03 WIB
Muhammadiyah Luruskan Pemahaman Pria Pembawa Spanduk Kontroversial
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif dalam menyikapi aksi yang dilakukan oleh Yuswar, seorang pria lansia berusia 74 tahun. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID-Jakarta; - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif dalam menyikapi aksi yang dilakukan oleh Yuswar, seorang pria lansia berusia 74 tahun. Sebelumnya, Yuswar sempat membentangkan spanduk bernada penodaan agama di depan Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Alih-alih merespons secara reaktif, Muhammadiyah memilih membuka pintu komunikasi untuk membimbing dan meluruskan pemahaman yang bersangkutan. Pertemuan tersebut digelar di ruang rapat lantai dua Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta. Dalam dialog itu, Yuswar diterima langsung oleh jajaran pengurus Muhammadiyah, di antaranya Ustaz Abu Deedat Syihabuddin, kristolog muda Dr Ahmad Zuhdi, serta perwakilan dari Dinas Sosial DKI Jakarta.

”Saya cuma orang pinggiran, bukan ustaz. Tapi saya mau tahu, apalagi usia saya sudah lanjut. Kalau saya mati tidak bagus, kan. Kalau ini masih ada kesempatan saya, cuma itu saja motif saya,” ujar Yuswar di hadapan tim dialog belum lama ini.

Baca Juga: Tiga Pilar Kepemimpinan: Takwa, Integritas, dan Solusi untuk Umat

Pada sesi diskusi, tim PP Muhammadiyah mengajukan sejumlah pertanyaan mendasar mengenai poin-poin ekstrem yang tertulis pada spanduk miliknya. Namun, saat diminta menunjukkan bukti atau dasar argumentasi atas tuduhan terhadap Nabi Muhammad SAW maupun Allah SWT, Yuswar tampak berbelit-belit dan kerap mengalihkan arah pembicaraan.

Pada akhirnya, ia tidak mampu membuktikan ataupun menjawab satu pun tuduhan yang telah ia susun sendiri. Menanggapi keraguan tersebut, Ustaz Abu Deedat secara tegas menegaskan kembali keotentikan dan keagungan Al-Qur'an.

”Alquran itu kalamullah, jelas Allah yang menurunkan dan Allah yang menjaganya (Inna nahnu nazzalnadz-dzikra wa inna lahu lahafizhun). Bukti penjagaannya nyata, banyak kaum muslimin yang hafal Alquran bahkan orang tunanetra sekalipun. Jadi tidak perlu meragukan hal itu,” kata Ustaz Abu Deedat.

Analogi Pembangunan Rumah dan Pentingnya Bimbingan Ulama

Sementara itu, Dr Ahmad Zuhdi mengurai kekeliruan Yuswar dalam memahami teks Al-Qur'an mengenai tahapan penciptaan alam semesta, khususnya pertentangan yang ia prasangkakan antara Surah Fussilat dan Surah An-Nazi’at. Ia menjelaskan bahwa Surah Fussilat (khalaqal-ardha) merupakan tahap perencanaan dasar, sedangkan Surah An-Nazi’at adalah tahap penyempurnaan atau penghamparan bumi.

”Ibarat Bapak mau bangun rumah, secara umum pasti fondasinya dulu yang dirancang. Tapi dalam kondisi tertentu, misalnya sedang hujan lebat, dibangunlah atapnya atau rangka bajanya terlebih dahulu agar tidak kemasukan air, baru setelah itu bagian bawahnya dihamparkan. Jadi tidak ada pertentangan antara Surah Fussilat dan An-Nazi’at,” jelasnya.

Zuhdi menilai bahwa pola pikir yang rancu dan kebingungan yang dialami Yuswar dipicu oleh kebiasaannya mempelajari serta menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an secara otodidak tanpa dibekali perangkat ilmu tafsir yang memadai. Ia mengibaratkan hal tersebut seperti masalah kesehatan yang seharusnya dikonsultasikan kepada dokter, bukan kepada pihak yang tidak memiliki keahlian di bidangnya.

Baca Juga: Tafsir Al-Baqarah Ayat 5: Jaminan Petunjuk dan Keberuntungan Hakiki

”Bapak tidak boleh menafsirkan Alquran sendiri karena tidak memiliki perangkat ilmunya. Ibarat urusan kesehatan kita bertanya ke dokter, bukan ke tukang becak. Karena belajar sendiri tanpa bimbingan, Bapak sampai pada kesimpulan yang keliru,” pungkasnya.

Setelah mendengarkan pemaparan ilmiah dan menyadari keterbatasan ilmunya, Yuswar akhirnya dapat menerima penjelasan yang disampaikan oleh para tokoh agama tersebut. Pertemuan tersebut diakhiri dengan pemberian nasihat agar Yuswar tidak lagi melakukan aksi provokatif di ruang publik dan menyarankan agar ia melanjutkan proses belajar agama di bawah bimbingan ulama atau guru yang tepat.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 26 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:10
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan