Silaturahmi Lintas Negara
Lebaran di Kyoto, Merajut Hangatnya Kampung Halaman Bersama Sesama Perantau
Lusi mahgriefie
Jum'at, 20 Maret 2026 - 09:43 WIB
Pelajar Indonesia, Denada Florencia Leona merayakan Lebaran di Kyoto, Jepang bersama keluarga. Foto: dok. pribadi Denada
Udara musim semi di Kyoto terasa lembut pagi itu. Bunga sakura mulai bermekaran di sudut-sudut kota, menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri bagi umat Muslim di Jepang.
Bagi banyak perantau Indonesia di Jepang, Lebaran jauh dari hiruk-pikuk kampung halaman, para muslim Indonesia di sana merayakan Lebaran dengan cara mereka sendiri-sederhana, hangat, dan penuh kerinduan.
Salah satunya dr. Denada Florencia Leona, yang sejak 2024 tinggal di Kyoto untuk melanjutkan studi di Graduate School of Medicine Kyoto University. Lebaran di Jepang adalah pengalaman yang penuh cerita. Ia datang dari Padang, Sumatera Barat, kota yang identik dengan tradisi Lebaran yang meriah, meja makan penuh hidangan khas, dan rumah yang tak pernah sepi dari tamu.
Namun di Kyoto, suasananya tentu berbeda, tapi justru di situlah kehangatan baru ditemukan.
(Denada bersama keluarga di KJRI di Osaka. Foto dok pribadi)
Masjid yang Menjadi Rumah Kedua
Selama Ramadhan dan Lebaran, pusat kegiatan umat muslim di Kyoto berkumpul di dua masjid: Kyoto Grand Mosque dan Kyoto Central Masjid. Bagi komunitas Indonesia, Kyoto Grand Mosque yang dikelola oleh Kyoto Muslim Association dimana terdiri dari kebanyakan orang Indonesia, menjadi tempat yang paling akrab.
Bagi banyak perantau Indonesia di Jepang, Lebaran jauh dari hiruk-pikuk kampung halaman, para muslim Indonesia di sana merayakan Lebaran dengan cara mereka sendiri-sederhana, hangat, dan penuh kerinduan.
Salah satunya dr. Denada Florencia Leona, yang sejak 2024 tinggal di Kyoto untuk melanjutkan studi di Graduate School of Medicine Kyoto University. Lebaran di Jepang adalah pengalaman yang penuh cerita. Ia datang dari Padang, Sumatera Barat, kota yang identik dengan tradisi Lebaran yang meriah, meja makan penuh hidangan khas, dan rumah yang tak pernah sepi dari tamu.
Namun di Kyoto, suasananya tentu berbeda, tapi justru di situlah kehangatan baru ditemukan.
(Denada bersama keluarga di KJRI di Osaka. Foto dok pribadi)
Masjid yang Menjadi Rumah Kedua
Selama Ramadhan dan Lebaran, pusat kegiatan umat muslim di Kyoto berkumpul di dua masjid: Kyoto Grand Mosque dan Kyoto Central Masjid. Bagi komunitas Indonesia, Kyoto Grand Mosque yang dikelola oleh Kyoto Muslim Association dimana terdiri dari kebanyakan orang Indonesia, menjadi tempat yang paling akrab.