Ini Alasan Kuat Rencana Sekolah Online Dibatalkan
Lusi mahgriefie
Kamis, 26 Maret 2026 - 09:00 WIB
Menko PMK Pratikno saat memberi arahan dalam rapat yang membahas soal percepatan agenda transformasi nasional. Foto: Kemenko PMK
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan bahwa rencana penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring, memang sempat ada. Namun akhirnya dibatalkan karena ada alasan kuat yang menunjukkan bahwa sekolah daring atau online belum ada urgensinya saat ini. Apa itu?
"Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisaintek. Ini prioritas. Ini utama," ujar Pratikno melalui keterangan tertulis, dikutip Kamis (26/3/2026).
Sesuai hasil koordinasi dengan Mendikdasmen danMenag, Menko PMK menyampaikan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.
"Di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa. Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal," tegas Pratikno.
Baca juga:Rencana Sekolah Online April 2026 Batal, Belajar Tatap Muka Diutamakan
Sebelumnya, dalam arahan internal kepada kedeputian kesehatan dan kedeputian pendidikan Kemenko PMK pada 23 Maret 2026, Menko PMK menegaskan ulang arahan Presiden Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3) lalu, bahwa situasi krisis global justru harus dijadikan momentum untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional.
Mengutip langsung pernyataan Bapak Presiden, Pratikno menyampaikan, "… krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat."
"Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisaintek. Ini prioritas. Ini utama," ujar Pratikno melalui keterangan tertulis, dikutip Kamis (26/3/2026).
Sesuai hasil koordinasi dengan Mendikdasmen danMenag, Menko PMK menyampaikan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.
"Di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa. Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal," tegas Pratikno.
Baca juga:Rencana Sekolah Online April 2026 Batal, Belajar Tatap Muka Diutamakan
Sebelumnya, dalam arahan internal kepada kedeputian kesehatan dan kedeputian pendidikan Kemenko PMK pada 23 Maret 2026, Menko PMK menegaskan ulang arahan Presiden Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3) lalu, bahwa situasi krisis global justru harus dijadikan momentum untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional.
Mengutip langsung pernyataan Bapak Presiden, Pratikno menyampaikan, "… krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat."