Kang Emil Klaim Pertumbuhan Ekonomi Jabar Tumbuh 6,13 persen
Ahmad zuhdi
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 18:00 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Foto: Pemprov Jabar)
Potensi ekonomi Jawa Barat sangat besar. Pada kuartal II-2021 pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tumbuh 6,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year).
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menerima kunjungan kerja dari Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM. Dalam kunjungan tersebut Ridwan Kamil menyampaikan potensi ekonomi dan penanganan Covid-19 di Jawa Barat.
"Dari sisi investasi, Jawa Barat menjadi destinasi favorit para investor. Realisasi investasi penanaman modal asaing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Jabar pada semester I/2021 telah mencapai Rp72,46 trilliun," kata Emil dalam keterangannya, dikutip Kamis (14/10).
Baca juga: Dorong Pemulihan Ekonomi, Sumbar Ekspor 20 Ton Kerapu ke Hong Kong
Rinciannya, realisasi PMA sebesar Rp44,27 trilliun dan realisasi PMDN sebesar Rp28,19 trilliun. Angka ini telah mencapai 56,90 persen dari target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp127 triliun pada 2021.
"Ekonomi terbesar kami adalah dari industri karena Jawa Barat adalah rumah dari industri. Kami nomor satu destinasi investasi," ujar dia.
Menurut dia, dari sisi penanganan Covid-19, kondisi di Jawa Barat sudah jauh lebih baik. Berdasarkan data Bersatu Lawan Covid-19 per 9 Oktober, angka keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) di Jawa Barat tinggal 4,03 persen.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menerima kunjungan kerja dari Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM. Dalam kunjungan tersebut Ridwan Kamil menyampaikan potensi ekonomi dan penanganan Covid-19 di Jawa Barat.
"Dari sisi investasi, Jawa Barat menjadi destinasi favorit para investor. Realisasi investasi penanaman modal asaing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Jabar pada semester I/2021 telah mencapai Rp72,46 trilliun," kata Emil dalam keterangannya, dikutip Kamis (14/10).
Baca juga: Dorong Pemulihan Ekonomi, Sumbar Ekspor 20 Ton Kerapu ke Hong Kong
Rinciannya, realisasi PMA sebesar Rp44,27 trilliun dan realisasi PMDN sebesar Rp28,19 trilliun. Angka ini telah mencapai 56,90 persen dari target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp127 triliun pada 2021.
"Ekonomi terbesar kami adalah dari industri karena Jawa Barat adalah rumah dari industri. Kami nomor satu destinasi investasi," ujar dia.
Menurut dia, dari sisi penanganan Covid-19, kondisi di Jawa Barat sudah jauh lebih baik. Berdasarkan data Bersatu Lawan Covid-19 per 9 Oktober, angka keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) di Jawa Barat tinggal 4,03 persen.