home global news

Arab Saudi dan Qatar Sangat Dermawan: Kasih Bantuan 80 Triliun Ke Pakistan di Tengah Pembayaran Utang ke UAE

Ahad, 12 April 2026 - 22:45 WIB
Arab Saudi dan Qatar Sangat Dermawan: Kasih Bantuan 80 Triliun Ke Pakistan di Tengah Pembayaran Utang ke UAE
LANGIT7.ID-Pakistan; Arab Saudi dan Qatar benar benar negara super dermawan. Negara kaya minyak ini telah memberi jaminan dukungan keuangan kepada Pakistan sebesar sekitar 5 miliar dolar AS (setara dengan Rp80 triliun), membantu Islamabad mengelola tekanan terhadap cadangan devisanya saat bersiap memenuhi kewajiban utang luar negeri yang jatuh tempo akhir bulan ini, demikian dilaporkan Anadolu Agency.

Aliran dana masuk ini diharapkan terjadi saat Pakistan dijadwalkan membayar utang sekitar 3,5 miliar dolar AS (sekitar Rp56 triliun) kepada Uni Emirat Arab (UAE) pada akhir April, menyusul permintaan dari Abu Dhabi untuk penyelesaian kewajiban yang belum dibayar.

Bantuan tersebut dibahas dalam pertemuan di Islamabad antara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed bin Abdullah Al-Jadaan. Dalam pertemuan itu, kedua pihak meninjau kerja sama ekonomi dan perkembangan kawasan di tengah tingginya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar serta Panglima Angkatan Darat Asim Munir juga hadir dalam pembicaraan tersebut.

Laporan tersebut menyatakan bahwa Islamabad telah meminta dukungan tambahan dari Riyadh, termasuk perpanjangan fasilitas pembiayaan minyak yang sudah ada serta peningkatan simpanan dolar Saudi yang ditempatkan di bank sentral Pakistan. Meskipun belum ada perjanjian resmi yang ditandatangani, pembahasan antara kementerian keuangan kedua negara mengenai kemungkinan bantuan tersebut telah berlangsung selama beberapa minggu.

Dukungan dari Arab Saudi dan Qatar diperkirakan akan membantu Pakistan menstabilkan cadangan devisanya yang saat ini sekitar 16,4 miliar dolar AS (sekitar Rp262,4 triliun), serta menjaga kemampuan pembayaran eksternal hingga bulan Juni, seiring dengan tingginya biaya impor dan ketegangan regional yang membebani neraca pembayaran.

Para pejabat Pakistan juga tengah berkoordinasi dengan mitra internasional menjelang pertemuan keuangan mendatang di Washington, di mana para pengambil kebijakan berusaha mengamankan tambahan dana cadangan untuk mengantisipasi risiko pembiayaan eksternal.(*/saf/propakistani)
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya