Inklusi Keuangan Syariah Jabar Masih Rendah, OJK Dorong Inovasi dan Efisiensi Biaya
Tim langit 7
Rabu, 15 April 2026 - 14:35 WIB
Inklusi Keuangan Syariah Jabar Masih Rendah, OJK Dorong Inovasi dan Efisiensi Biaya
LANGIT7.ID-Bandung; Dorongan untuk memperluas akses keuangan syariah di Jawa Barat dinilai perlu dimulai dari pembenahan layanan dan inovasi produk. Upaya ini menjadi penting di tengah dominasi sektor perbankan konvensional yang masih jauh lebih besar dibandingkan syariah.
Salah satu tantangan utama yang disorot adalah biaya layanan perbankan syariah yang dinilai masih relatif tinggi. Kondisi ini membuat daya saing produk syariah belum optimal di mata masyarakat.
"Kemudian dari sisi biaya, kalau di perbankan syariah memang biayanya memang masih lumayan dibandingkan dengan konvensional. Ini juga jadi tantangan, untuk menurunkan biaya terhadap layanan agar lebih luas lagi jangkauannya," kata Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Jawa Barat Muhammad Ikhsan dalam Jabar Islamic Economic Forum (JIEF) ke-10 di Bandung, dikutip dalam keterangan resmi, Rabu (15/4/2026).
Selain biaya, penguatan jaringan layanan menjadi faktor krusial dalam mendorong inklusi keuangan syariah. Menurut Ikhsan, perluasan kantor layanan hingga menjangkau wilayah pelosok harus menjadi prioritas.
"Yang utama jaringan kantor. Jaringan kantor yang bisa sampai ke pelosok-pelosok yang ke depannya yang perlu ditingkatkan untuk meningkatkan inklusi," ujarnya.
Ia menambahkan, jaringan fisik tersebut perlu dipadukan dengan pengembangan teknologi informasi agar layanan semakin praktis dan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.
"Jaringan kantor. Kemudian jaringan kantor itu perlu kolaborasi dengan IT sehingga bisa menjawab kebutuhan, kalau kita lihat masyarakat sekarang, ingin lebih simpel," ucap dia.
Salah satu tantangan utama yang disorot adalah biaya layanan perbankan syariah yang dinilai masih relatif tinggi. Kondisi ini membuat daya saing produk syariah belum optimal di mata masyarakat.
"Kemudian dari sisi biaya, kalau di perbankan syariah memang biayanya memang masih lumayan dibandingkan dengan konvensional. Ini juga jadi tantangan, untuk menurunkan biaya terhadap layanan agar lebih luas lagi jangkauannya," kata Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Jawa Barat Muhammad Ikhsan dalam Jabar Islamic Economic Forum (JIEF) ke-10 di Bandung, dikutip dalam keterangan resmi, Rabu (15/4/2026).
Selain biaya, penguatan jaringan layanan menjadi faktor krusial dalam mendorong inklusi keuangan syariah. Menurut Ikhsan, perluasan kantor layanan hingga menjangkau wilayah pelosok harus menjadi prioritas.
"Yang utama jaringan kantor. Jaringan kantor yang bisa sampai ke pelosok-pelosok yang ke depannya yang perlu ditingkatkan untuk meningkatkan inklusi," ujarnya.
Ia menambahkan, jaringan fisik tersebut perlu dipadukan dengan pengembangan teknologi informasi agar layanan semakin praktis dan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.
"Jaringan kantor. Kemudian jaringan kantor itu perlu kolaborasi dengan IT sehingga bisa menjawab kebutuhan, kalau kita lihat masyarakat sekarang, ingin lebih simpel," ucap dia.