Wamenag Tegaskan Dikotomi Ilmu Agama dan Sains Harus Berakhir di Pendidikan Islam
Tim langit 7
Senin, 20 April 2026 - 08:10 WIB
Wamenag Tegaskan Dikotomi Ilmu Agama dan Sains Harus Berakhir di Pendidikan Islam
LANGIT7.ID-Cirebon; Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, memberikan pesan khusus bagi dunia pendidikan Islam. Wamenag menegaskan bahwa era pemisahan antara ilmu agama dan sains harus berakhir.
Hal ini ditegaskan Wamenag saat memberikan sambutan pada Wisuda Perdana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tihamah di Cirebon, Minggu (19/4). STIT Tihamah saat ini sedang dalam proses bertransformasi menjadi Institut Agama Islam (IAI) Tihamah.
Wamenag menyoroti masih kuatnya dikotomi ilmu agama dengan ilmu umum dalam praktik pendidikan. Menurutnya, pemisahan ini adalah kekeliruan fundamental yang menghambat kemajuan umat.
"Al-Qur’an mencakup seluruh aspek kehidupan secara utuh. Fisika, matematika, dan sains itu sejatinya berasal dari Allah. Tidak ada alasan untuk memisahkannya dari ajaran Islam. Semuanya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan," tegas Romo Syafi’i dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Pendekatan integratif ini bukan sekadar wacana akademis, melainkan kebutuhan mendesak agar lulusan perguruan tinggi Islam memiliki daya saing di tengah gempuran disrupsi teknologi dan industri.
Vokasi: Jawaban atas Peluang Kerja
Hal ini ditegaskan Wamenag saat memberikan sambutan pada Wisuda Perdana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tihamah di Cirebon, Minggu (19/4). STIT Tihamah saat ini sedang dalam proses bertransformasi menjadi Institut Agama Islam (IAI) Tihamah.
Wamenag menyoroti masih kuatnya dikotomi ilmu agama dengan ilmu umum dalam praktik pendidikan. Menurutnya, pemisahan ini adalah kekeliruan fundamental yang menghambat kemajuan umat.
"Al-Qur’an mencakup seluruh aspek kehidupan secara utuh. Fisika, matematika, dan sains itu sejatinya berasal dari Allah. Tidak ada alasan untuk memisahkannya dari ajaran Islam. Semuanya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan," tegas Romo Syafi’i dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Pendekatan integratif ini bukan sekadar wacana akademis, melainkan kebutuhan mendesak agar lulusan perguruan tinggi Islam memiliki daya saing di tengah gempuran disrupsi teknologi dan industri.
Vokasi: Jawaban atas Peluang Kerja