Kemensos Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Sekaligus Usulkan Penambahan Guru
Lusi mahgriefie
Jum'at, 24 April 2026 - 11:36 WIB
Salah satu Sekolah Rakyat saat dikunjungi Presiden Prabowo dan Mensos Gus Ipul. Foto: dok. kantor staf presiden
Hingga saat ini pemerintah telah menyelenggarakan 166 Sekolah Rakyat. Pada tahun 2026, target pembangunan 104 sekolah permanen serta penambahan unit sekolah rintisan baru dicanangkan. Untuk itu Kementerian Sosial bakal mempercepat pembangunan tambahan Sekolah Rakyat.
"Program ini harus dijalankan dengan cepat, tepat, dan berkualitas. Sekolah Rakyat dirancang menjadi yang terbaik, baik dari sisi fasilitas, pengelolaan, maupun kualitas pembelajaran," ujar Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (23/4).
Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Balikpapan sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Wamensos Agus Jabo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pemerintah telah menyelenggarakan 166 sekolah rakyat rintisan yang menggunakan fasilitas sementara milik Kementerian Sosial dan kementerian/lembaga lain. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 104 sekolah permanen serta penambahan unit sekolah rintisan baru.
Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep berasrama (boarding school) yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin pada desil 1 dan 2 DTSEN. Setiap sekolah akan dilengkapi fasilitas lengkap seperti ruang kelas, asrama, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana olahraga, dengan kebutuhan lahan minimal 6,8 hektare.
"Tujuan utamanya adalah memutus transmisi kemiskinan. Negara tidak ingin anak dari keluarga miskin tetap berada dalam lingkaran kemiskinan," tegasnya.
"Program ini harus dijalankan dengan cepat, tepat, dan berkualitas. Sekolah Rakyat dirancang menjadi yang terbaik, baik dari sisi fasilitas, pengelolaan, maupun kualitas pembelajaran," ujar Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (23/4).
Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Balikpapan sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Wamensos Agus Jabo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pemerintah telah menyelenggarakan 166 sekolah rakyat rintisan yang menggunakan fasilitas sementara milik Kementerian Sosial dan kementerian/lembaga lain. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 104 sekolah permanen serta penambahan unit sekolah rintisan baru.
Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep berasrama (boarding school) yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin pada desil 1 dan 2 DTSEN. Setiap sekolah akan dilengkapi fasilitas lengkap seperti ruang kelas, asrama, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana olahraga, dengan kebutuhan lahan minimal 6,8 hektare.
"Tujuan utamanya adalah memutus transmisi kemiskinan. Negara tidak ingin anak dari keluarga miskin tetap berada dalam lingkaran kemiskinan," tegasnya.