home edukasi & pesantren

Universitas Brawijaya Masuk 601-800 THE Asia University Rankings 2026

Senin, 27 April 2026 - 11:14 WIB
Universitas Brawijaya Masuk 601-800 THE Asia University Rankings 2026
LANGIT7.ID-Jakarta; Universitas Brawijaya (UB) kembali mencatatkan kehadirannya dalam Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2026. Dalam pemeringkatan tahun ini, UB berada pada cluster 601–800 Asia, yang menunjukkan bahwa UB telah masuk dalam tabel utama pemeringkatan perguruan tinggi Asia dan menjadi bagian dari ekosistem kompetisi pendidikan tinggi regional.

THE Asia University Rankings 2026 merupakan salah satu pemeringkatan internasional bergengsi yang menilai kinerja perguruan tinggi berdasarkan misi utama universitas, yaitu pendidikan, riset, transfer pengetahuan, kolaborasi industri, dan internasionalisasi. Pada edisi 2026, pemeringkatan ini mencakup 929 universitas dari 36 negara/wilayah di Asia. Dengan cakupan tersebut, THE Asia 2026 menggambarkan tingkat kompetisi yang sangat ketat di kawasan Asia, terutama karena melibatkan universitas-universitas unggulan dari negara dengan ekosistem pendidikan tinggi dan riset yang sangat maju.

Dalam pemeringkatan ini, THE menggunakan 18 indikator kinerja yang dikelompokkan ke dalam lima pilar utama. Pilar tersebut meliputi Teaching dengan bobot 24,5 persen, Research Environment sebesar 28 persen, Research Quality sebesar 30 persen, International Outlook sebesar 7,5 persen, dan Industry sebesar 10 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa THE Asia tidak hanya menilai reputasi pembelajaran, tetapi juga sangat menekankan kekuatan ekosistem riset, kualitas publikasi, dampak sitasi, kerja sama internasional, dan kontribusi universitas terhadap industri.

Pada tingkat Asia, posisi teratas masih didominasi oleh universitas dari negara dan wilayah dengan kekuatan riset tinggi. Tsinghua University menempati peringkat pertama Asia, diikuti oleh Peking University pada peringkat kedua dan National University of Singapore pada peringkat ketiga. Dalam sepuluh besar Asia, China menempatkan lima universitas, sementara Singapura, Jepang, dan Hong Kong juga tetap menjadi kekuatan utama dalam pemeringkatan ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persaingan perguruan tinggi di Asia semakin kompetitif dan sangat dipengaruhi oleh kekuatan riset, reputasi akademik, dampak publikasi, serta kapasitas internasionalisasi.

Di Indonesia, THE Asia University Rankings 2026 menunjukkan bahwa perguruan tinggi nasional semakin aktif dalam peta kompetisi global. Berdasarkan data pemeringkatan, Universitas Indonesia menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi, yaitu pada cluster 201–250 Asia. Setelah itu, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Sebelas Maret berada pada cluster 351–400 Asia. BINUS University berada pada cluster 401–500 Asia, sedangkan Universitas Diponegoro, IPB University, dan Universitas Airlangga berada pada cluster 501–600 Asia. Universitas Brawijaya berada pada cluster 601–800 Asia, bersama UNHAS, ITS, UM dan sejumlah perguruan tinggi Indonesia lainnya.

Berdasarkan indikator yang tersedia, UB memiliki overall score pada rentang 23,3–30,8. Pada aspek Teaching, UB memperoleh skor 29,3, yang mencerminkan kapasitas pembelajaran, lingkungan akademik, dan basis kelembagaan yang terus berkembang. Pada aspek Research Environment, UB memperoleh skor 15,8, yang menunjukkan bahwa penguatan ekosistem riset masih menjadi agenda strategis penting. Sementara itu, pada aspek Research Quality, UB mencatat skor 29,6, yang berkaitan dengan dampak sitasi, kualitas publikasi, dan pengaruh akademik dari karya ilmiah yang dihasilkan.

UB juga menunjukkan kekuatan relatif pada aspek Industry dan International Outlook. Pada aspek Industry, UB memperoleh skor 36,2, yang menunjukkan potensi kolaborasi dengan dunia usaha, transfer pengetahuan, inovasi, dan hilirisasi riset. Sementara itu, pada aspek International Outlook, UB memperoleh skor 43,8, yang menjadi salah satu kekuatan penting UB dalam pemeringkatan ini. Skor tersebut sejalan dengan upaya UB dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan mobilitas akademik, memperkuat kolaborasi riset global, serta mengembangkan kerja sama akademik dengan mitra luar negeri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya